0 menit baca 0 %

Darwison Tegaskan Komitmen Kemenag Inhu Dukung Pendidikan Bermutu di Madrasah

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) ---- Selasa, 3 Juni 2025, Kantor Kementerian Agama Kab. Indragiri Hulu, Darwison mengikuti kegiatan Konsolidasi Daerah Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Riau Tahun 2025 dengan tema: "Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Indragiri Hulu (Kemenag) ---- Selasa, 3 Juni 2025, Kantor Kementerian Agama Kab. Indragiri Hulu, Darwison mengikuti kegiatan Konsolidasi Daerah Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Riau Tahun 2025 dengan tema: "Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Tempat: BPMP (Balai Penjaminan Mutu Pendidikan) Provinsi Riau.

Disampaikan Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Zulkifli Syukur, IPM Riau di tahun 2024 berada pada angka 75,67 dan melebihi IPM nasional pada angka 75,02. Pada tingkatan Kabupaten Kota, Kota Pekanbaru dan Kota Dumai berada pada urutan atas dengan kategori sangat tinggi dan tinggi, sedangkan Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Indragiri Hilir berada di urutan bawah.

"Pemprov sadari betul keberhasilan pembangunan tergantung dari sumber daya pendidikan. Kami ingin pembangunan manusia tidak maju hanya di kota saja tapi pesisir dan pedalaman," ungkap Zulkifli di Kantor Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau, Selasa (3/6/2025).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Darwison, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan yang merata, khususnya di lingkungan madrasah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan komitmen bersama dalam membangun pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

“Kementerian Agama Indragiri Hulu siap bersinergi dengan seluruh pihak untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, terutama di madrasah. Madrasah adalah bagian penting dari sistem pendidikan nasional, dan harus turut serta dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia,” ujar Darwison.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas guru, penguatan manajemen madrasah, serta optimalisasi program digitalisasi pendidikan sebagai langkah konkret untuk mendorong kualitas belajar-mengajar di madrasah.

Darwison berharap melalui forum konsolidasi seperti ini, pemerintah daerah, kementerian/lembaga terkait, serta institusi pendidikan dapat menyatukan visi dan strategi dalam menjawab tantangan mutu pendidikan, khususnya di daerah yang selama ini masih tergolong rendah dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Kita ingin memastikan bahwa anak-anak di pedalaman dan pelosok desa pun memiliki akses yang sama terhadap pendidikan bermutu, baik melalui sekolah umum maupun madrasah,” tambahnya.

Partisipasi aktif Kemenag Inhu dalam kegiatan Konsolidasi Daerah Penjaminan Mutu Pendidikan ini menjadi bentuk nyata komitmen untuk mendukung pembangunan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Indragiri Hulu.

(Reski)