Kuansing ( inmas ) Sudah berbulan-bulan Pemerintah memutuskan menerapkan program belajar dari rumah selama masa pandemi virus Corona (Covid-19). Namun semakin lama kegiatan belajar dari rumah ini menimbulkan keresahan bagi guru BK MTsN 1 Kuansing lantaran murid-muridnya kekurangan fasilitas penunjang (handpone).
Namun ternyata ketersediaan akses dunia maya itu bukan satu-satunya kendala yang dihadapi siswa saat belajar di rumah. Keresahan juga dirasakan orang tua. Terutama yang anaknya terlalu akrab dengan game online. Alih-alih mencari materi pembelajaran, mereka justru menyalahgunakan sarana canggih itu untuk bermain game.Â
Saat anaknya dikunjungi guru kerumahnya, orang tua siswa mengungkap kebahagiannya. Katanya "(ondek e asiak den le ibuk ka rumah den go, anak den ko gilo asiak main fire fire je nyo, di tanyo ado tugas ndak ado jenyo ro) sangat bahagia ibu datang kerumah saya, anak saya kerjaannya main game terus, ditanya ada tugas katanya tidak ada". kata seorang wali murid saat rumahnya di kunjungi Guru BK tersebut.
Hingga berita ini dilayangkan setidaknya sudah dua puluh rumah siswa yang sudah di datangi ibu yang bernama Syafriza Hardayani, S.Psi ini. Siswa-siswa yang menjadi sasaran yaitu siswa yang tidak pernah atau jarang sekali yang mengupulkan tugas.Â
Saat dimintai keterangan mengapa siswa tidak mengerjakan tugas, ia mengatakan "Kami kira siswa yang tidak mengumpulkan tugas karna keterbatasan penunjang (hp/paket data), rupanya ada siswa yang menggunakan hp untuk bermain game. Dan kami sudah berikan surat peringatan.
Tetapi Ada juga siswa yang tidak memiliki hp maupun paket data karena keterbatasan ekonomi, yang ini harus dicarikan solusi untuk kedepannya. kami bersemangat untuk datang lagi. alhamdulillah orang tua siswa merasa senang saat kami mengunjungi rumahnya dan saya ucapkan terimakasih kepada bapak Kepala Madrasah yang sudah mendukung serta kepada ibu Waka Kesiswaan yang memberikan ide tentang kegiatan ini." Tutup guru BK MTsN 1 kuansing ini. (RDE)