0 menit baca 0 %

Dauroh Pra-KBM Semester Genap TP. 2025/2026 Hari ke-2 Angkat Tema “Remaja Hebat di Era Digital”

Ringkasan: Ma’had Sulaiman Al-Fauzan kembali melanjutkan rangkaian Dauroh Pra-Kegiatan Belajar Mengajar (Pra-KBM) Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 pada hari ke-2, yang dilaksanakan pada Rabu, 31 Desember 2025, bertempat di lingkungan Pesantren Ma’had Sulaiman Al-Fauzan.

Kampar  ( Kemenag )-- Ma’had Sulaiman Al-Fauzan kembali melanjutkan rangkaian Dauroh Pra-Kegiatan Belajar Mengajar (Pra-KBM) Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 pada hari ke-2, yang dilaksanakan pada Rabu, 31 Desember 2025, bertempat di lingkungan Pesantren Ma’had Sulaiman Al-Fauzan.

Pimpinan Pondok/Mudir Ma’had Sulaiman Al-Fauzan, H. Fitri Ali Masnur, Lc, menyampaikan kegiatan ini sebagai bentuk komitmen pesantren dalam mempersiapkan santri menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan di era modern.

Pada dauroh hari kedua ini, hadir sebagai pemateri Dr. Kardina Engelina Siregar, M.Pd, Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Imam Syafi‘i Indonesia, yang menyampaikan materi bertema “Remaja Hebat di Era Digital.”

Dalam paparannya, Dr. Kardina Engelina Siregar menegaskan bahwa era digital menuntut remaja—terutama santri—untuk memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual secara seimbang. Remaja hebat adalah mereka yang mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, dakwah, dan pengembangan diri, tanpa mengabaikan adab dan nilai-nilai Islam.

Beliau juga menekankan pentingnya literasi digital, etika bermedia sosial, serta kemampuan menyaring informasi agar santri tidak mudah terpengaruh oleh arus negatif dunia digital.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan khidmat. Para santri mengikuti materi dengan serius serta aktif dalam sesi diskusi, menunjukkan semangat untuk menjadi generasi yang tangguh dan berdaya saing.

Melalui pelaksanaan Dauroh Pra-KBM ini, Pimpinan Pondok bersama seluruh dewan asatidz berharap para santri Ma’had Sulaiman Al-Fauzan dapat memasuki Semester Genap TP. 2025/2026 dengan kesiapan mental, spiritual, dan akademik, serta tumbuh menjadi remaja muslim yang unggul, berakhlak mulia, dan adaptif di era digital.

Fatmi