0 menit baca 0 %

Debat Panas Kandidat OSIM 2026 di MAN 2 Kepulauan Meranti : Ajang Gagasan, Semangat, dan Lahirnya Pemimpin Muda Berkarakter

Ringkasan: Meranti(Kemenag)- Suasana Aula MAN 2 Kepulauan Meranti pada Selasa, 28 Oktober 2025, mendadak berubah menjadi arena gagasan dan semangat muda yang membara. Setelah pelaksanaan Apel Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, empat pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIM 2026 tampil bergiliran dalam ajan...

Meranti(Kemenag)- Suasana Aula MAN 2 Kepulauan Meranti pada Selasa, 28 Oktober 2025, mendadak berubah menjadi arena gagasan dan semangat muda yang membara. Setelah pelaksanaan Apel Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, empat pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIM 2026 tampil bergiliran dalam ajang Debat Kandidat yang berlangsung seru dan penuh antusiasme. 

Debat yang dipandu dengan apik oleh Okta Kurniawan dan Anggun Rizqiyana ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kualitas kepemimpinan siswa madrasah. Kegiatan berlangsung di bawah pendampingan Kamalia, Mansurun, dan Waka Kesiswaan, Riawanti, yang memastikan jalannya acara tetap tertib dan edukatif.  

Kepala Madrasah, Syar’an Susilo, memberikan apresiasi tinggi atas keberanian seluruh kandidat. “Terima kasih karena sudah berani tampil sebagai calon Ketua dan Wakil Ketua OSIM. Kamu semuanya adalah hebat,” ujarnya penuh kebanggaan. Ia menilai bahwa keberanian untuk maju adalah tanda lahirnya generasi pemimpin madrasah yang siap membawa perubahan positif.  

Empat pasangan calon tampil dengan kepercayaan diri tinggi, menyampaikan visi, misi, serta program unggulan mereka di hadapan guru dan siswa. Nomor urut satu, Sattio Dinatta dan Sobirin, mengawali dengan visi “Mewujudkan OSIM yang Kompak, Kreatif, dan Peduli.” Sattio menegaskan pentingnya kebersamaan dalam organisasi siswa. Sobirin menambahkan bahwa OSIM harus menjadi wadah kegiatan positif dan seru bagi seluruh siswa. Semangat keduanya menggambarkan tekad kuat untuk membangun OSIM yang hidup dan menyenangkan.  

Pasangan nomor dua, Zahra Gunasri Wahidah dan Ari Ma’rifatun Nafisah, tampil tak kalah memukau dengan gagasan segar. Mereka memandang OSIM sebagai rumah ide dan tempat beraksi nyata. “Kami ingin OSIM menjadi rumah bagi ide-ide segar dan aksi nyata siswa MAN 2 Kepulauan Meranti,” ungkap Ari penuh semangat. Zahra juga menekankan pentingnya mengembangkan potensi siswa agar lebih kreatif dan adaptif terhadap perubahan zaman.  

Calon nomor tiga, Siti Suhana dan Fahri Gunawan, tampil dengan sikap tenang namun penuh keyakinan. Mereka menyoroti pentingnya OSIM sebagai teladan akhlak dan tanggung jawab. “Kami ingin OSIM menjadi cermin yang memantulkan nilai-nilai akhlak dan tanggung jawab,” ujar Fahri menegaskan. Siti menambahkan, kepemimpinan yang baik harus dimulai dari keteladanan dalam sikap dan perilaku sehari-hari di madrasah.  

Pasangan terakhir, Fahrea Syafira dan Ulya Indriyani, mengakhiri sesi dengan penuh gaya. Mereka memperkenalkan visi E.M.P.A.T — Efektif, Mandiri, berPrestasi, Aspiratif, dan Inovatif. “Kami ingin menjadikan OSIM sebagai wadah pengembangan potensi siswa yang unggul dan berdaya saing, namun tetap menjunjung tinggi nilai kesopanan,” ucap Fahrea dengan nada haru. Ulya menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut menjadi pondasi OSIM yang berkarakter unggul dan bermartabat.  

Debat semakin hidup saat tema pendidikan, sosial, dan lingkungan menjadi fokus pertanyaan dari audiens maupun antar kandidat. Saling lempar argumen dan sanggahan membuat suasana memanas, namun tetap dalam koridor sportif. Okta Kurniawan dengan cekatan menengahi perdebatan yang mulai intens, menjaga agar semangat kompetitif tetap dalam bingkai etika madrasah.  

Anggun Rizqiyana, moderator acara, turut menyampaikan rasa kagumnya atas kematangan para peserta. “Semoga pertanyaan siapakah pemimpin yang paling mampu dan paling pantas untuk memimpin OSIM periode berikutnya akan terjawab dengan acara ini,” ujarnya dengan penuh harapan.  

Salah satu peserta, Zahra Gunasri, mengaku bangga dapat tampil di forum sebesar ini. “Rasanya luar biasa bisa beradu gagasan di depan seluruh siswa. Kami semua belajar menjadi pemimpin yang berpikir luas dan berbicara dengan tanggung jawab,” tuturnya dengan senyum bahagia.  

Debat kandidat OSIM 2026 ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang belajar demokrasi bagi para siswa MAN 2 Kepulauan Meranti. Semangat, keberanian, dan gagasan-gagasan segar yang muncul hari itu menjadi bukti bahwa generasi madrasah siap menjadi pemimpin masa depan yang berakhlak, kreatif, dan inspiratif. (HMS-DR)