Mandau (Kemenag) — Dalam upaya memperkuat kemampuan penyuluh agama Islam menghadapi tantangan dakwah di era digital, Saputra, salah satu narasumber muda yang kreatif, memperkenalkan aplikasi pengeditan video InShot pada kegiatan Pelatihan Konten Kreatif Tingkat Kabupaten Bengkalis, yang digelar di Aula KUA Kecamatan Bukit Batu, Kamis (9/10/2025).
Pelatihan yang diikuti oleh 42 orang Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Bengkalis ini menjadi ajang pembelajaran yang menarik dan inspiratif. Dalam sesinya, Saputra memberikan pelatihan langsung kepada para peserta untuk membuat video-video pendek yang menarik dan bernilai dakwah, guna disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube.
“Di zaman sekarang, dakwah tidak hanya bisa disampaikan lewat ceramah dan mimbar. Media sosial adalah ladang dakwah baru yang luas. Dengan video pendek yang menarik, pesan kebaikan bisa menjangkau lebih banyak hati,” ujar Saputra saat memberikan motivasi kepada peserta.
Melalui aplikasi InShot, para peserta diajarkan langkah demi langkah mulai dari memotong video, menambahkan teks, efek suara, hingga menyisipkan musik latar yang sesuai dengan pesan dakwah. Pelatihan berlangsung interaktif, karena setiap peserta diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung proses editing konten di perangkat masing-masing.
Suasana aula KUA Bukit Batu tampak hidup dan penuh antusiasme. Para penyuluh tampak bersemangat mencoba fitur-fitur baru dan berdiskusi mengenai ide-ide kreatif dakwah digital yang bisa dikembangkan setelah pelatihan.
Pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pelatihan Konten Kreatif dan Rakerda IPARI Kabupaten Bengkalis yang ditaja oleh Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis. Tujuannya tidak lain adalah untuk menyiapkan para penyuluh agama Islam yang adaptif, kreatif, dan mampu berdakwah secara efektif di dunia digital.
Dengan pelatihan ini, para penyuluh diharapkan mampu menciptakan konten dakwah yang inspiratif, santun, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam moderat, sehingga dakwah Islam dapat menjangkau masyarakat luas melalui media sosial secara bijak dan positif.