Bantan (Kemenag),– Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Bengkalis menggelar Deklarasi Anti Plagiarisme sebagai bentuk komitmen dalam membentuk budaya kejujuran akademik dan menanamkan nilai integritas sejak dini kepada seluruh peserta didik pada hari ini Rabu, 24 September 2025
Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan Madrasah dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Deklarasi ini ditandai dengan pembacaan komitmen bersama yang dipimpin langsung oleh siswa bernama Risky Ardiansyah, serta penandatanganan spanduk deklarasi oleh seluruh siswa, guru dan tenaga pendidik sebagai simbol pernyataan sikap menolak segala bentuk plagiarisme.
Dalam sambutannya, Nurlina, M.Pd selaku Kepala MTsN 2 Bengkalis menyampaikan bahwa plagiarisme adalah tindakan yang merusak nilai keilmuan dan moral peserta didik. "Melalui deklarasi ini, kami ingin menanamkan bahwa kejujuran dalam belajar adalah hal yang sangat penting. Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan bertanggung jawab," ujarnya.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyuluhan tentang bahaya dan dampak negatif plagiarisme, serta pelatihan singkat mengenai cara mengutip sumber yang benar dalam penulisan karya ilmiah dan tugas sekolah.
Salah satu siswa kelas IX, Risky Ardiansyah, mengaku termotivasi setelah mengikuti kegiatan ini. “Saya jadi lebih paham bahwa menyalin tugas dari internet tanpa menyebutkan sumber itu salah. Saya ingin belajar jujur dan berusaha sendiri,” ujarnya.
Dengan adanya deklarasi ini, MTsN 2 Bengkalis berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan orisinalitas karya peserta didik, serta mendukung gerakan nasional pendidikan yang bebas dari praktik-praktik curang.