Tembilahan (Kemenag) - Kabar gembira menyelimuti keberangkatan jamaah calon haji Kabupaten Indragiri Hilir. Selain mendapatkan fasilitas transportasi dan konsumsi gratis menuju Batam, para tamu Allah ini juga menerima bingkisan istimewa berupa baju batik khas Inhil bercorak kelapa, lengkap dengan selempang kacu dan alas jilbab (bagi jamaah perempuan), persembahan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Indragiri Hilir.
Batik kelapa berwarna dasar dongker dengan aksen les kuning
yang elegan ini dikenakan serentak oleh seluruh jamaah saat menempuh perjalanan
dari Tembilahan menuju Batam. Pemandangan indah terlihat saat 438 jamaah Kloter
7 memadati kapal feri Dumai Line, kompak dalam balutan batik yang menjadi
identitas daerah. Semakin mempercantik penampilan, selempang kacu berwarna
oranye dengan tulisan "Jamaah Haji Kab. Indragiri Hilir" terikat rapi
di leher masing-masing jamaah. Bagi jamaah perempuan, alas jilbab dengan motif
senada melengkapi keserasian penampilan.
Ketua Dekranasda Kabupaten Indragiri Hilir, Hj. Katerina
Susanti menyampaikan bahwa pemberian batik kelapa ini bertujuan untuk
memberikan kenang-kenangan khas daerah sekaligus menciptakan kekompakan dan
kebanggaan bagi para jamaah selama perjalanan awal ibadah haji mereka.
"Kami dari Dekranasda Inhil ingin memberikan sentuhan istimewa bagi para
calon haji kita. Batik kelapa ini adalah ciri khas daerah kita, dan kami
berharap ini bisa menjadi kenangan indah sekaligus identitas selama mereka
dalam perjalanan menuju tanah suci," ujarnya.
Para jamaah pun menyambut gembira pemberian batik ini.
Selain menambah kekompakan, bahan batik yang nyaman juga dirasakan sangat
membantu selama perjalanan laut menuju Batam. "Alhamdulillah, kami sangat
senang mendapatkan batik yang bagus dan nyaman ini. Jadi ada kenang-kenangan
dari Inhil," ungkap Hasan salah seorang jamaah dengan senyum bahagia.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Indragiri
Hilir, H. Harun, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Daerah dan Dekranasda dalam
memberikan pelayanan dan perhatian yang maksimal kepada para jamaah haji.
"Sinergi yang baik antara Pemda dan Kemenag ini sangat membantu kelancaran
proses pemberangkatan haji. Bantuan transportasi, konsumsi, hingga pemberian
batik khas daerah ini menunjukkan komitmen yang tinggi dalam melayani para tamu
Allah dari Indragiri Hilir," kata H. Harun.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan Dekranasda, para jamaah calon haji Indragiri Hilir tidak hanya merasa terbantu secara materiil, tetapi juga semakin termotivasi untuk menjalankan ibadah haji dengan khusyuk dan kembali ke tanah air dengan selamat serta membawa predikat haji mabrur. Baju batik kelapa kebanggaan daerah pun akan menjadi saksi bisu perjalanan spiritual mereka di tanah suci.
Namun, keindahan batik kelapa ini hanya akan menemani
perjalanan para jamaah dari Tembilahan menuju Batam. Sesuai ketentuan nasional,
saat keberangkatan dari Batam menuju Arab Saudi, seluruh jamaah haji akan
mengenakan pakaian batik nasional jamaah haji yang telah ditentukan. Pemberian
batik kelapa dari Dekranasda Inhil ini menjadi wujud perhatian dan dukungan
Pemerintah Daerah serta Dekranasda Kabupaten Indragiri Hilir kepada para
warganya yang akan menunaikan ibadah haji, memberikan kesan mendalam dan kebanggaan
akan identitas daerah. (Ria)