Kuantan Singingi (Kemenag) — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kuantan Mudik, Deli Asran, S.Ag., kembali memberikan pencerahan kepada masyarakat melalui kegiatan pembinaan rohani yang dilaksanakan di salah satu masjid setempat. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa shalat merupakan ibadah paling fundamental dalam kehidupan seorang Muslim.
Dalam tausiyahnya, Deli Asran menjelaskan bahwa shalat bukan hanya kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap umat Islam, tetapi juga merupakan bentuk komunikasi langsung antara hamba dan Allah SWT. “Shalat adalah tiang agama. Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amal ibadah lainnya. Sebaliknya, jika shalat diabaikan, maka amalan lain pun akan kehilangan nilainya,” ujar Deli Asran dengan penuh semangat.
Ia menambahkan, shalat memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian seorang Muslim. Melalui shalat, seseorang belajar kedisiplinan dalam waktu, ketundukan kepada Allah SWT, serta kesabaran dalam menjalani kehidupan. “Orang yang menjaga shalatnya dengan baik akan memiliki ketenangan hati, kejernihan pikiran, serta kekuatan dalam menghadapi berbagai ujian hidup,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Deli Asran juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas shalat, bukan hanya sekadar melaksanakannya secara rutin. Menurutnya, shalat harus dilakukan dengan penuh kesadaran, kekhusyukan, dan pemahaman terhadap makna setiap bacaan. Ia juga mengajak masyarakat untuk senantiasa melaksanakan shalat berjamaah di masjid, karena selain mempererat silaturahmi, shalat berjamaah juga memiliki keutamaan pahala yang besar.
“Jadikan shalat sebagai kebutuhan, bukan sekadar rutinitas harian. Shalat yang benar akan menjadi benteng dari perbuatan keji dan mungkar. Dengan shalat, hati menjadi tenang dan hidup lebih terarah,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Deli Asran berharap masyarakat Kuantan Mudik semakin menyadari pentingnya menegakkan shalat dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan melalui ibadah yang konsisten dan penuh kesungguhan.
Kegiatan pembinaan rohani tersebut diakhiri dengan doa bersama dan saling bersilaturahmi antara penyuluh agama dan jamaah. Masyarakat tampak antusias mendengarkan tausiyah dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin. (RP)
Cat: Mana keterangan waktunya?