Bengkalis (Kemenag) - Madrasah
Tsanawiyah Negeri 1 Bengkalis menggelar pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) periode 2024-2024 pada hari Kamis, 19/09/2024 di lingkungan madrasah.
Pemilihan kali ini berlangsung
secara demokrasi dengan sistem pemilihan langsung, dengan mencoblos gambar kandidat
calon dan mendatangi langsung ke tempat TPS. Selain itu program pemilihan Ketua OSIM
MTsN 1 Bengkalis juga termasuk salah satu program pembelajaran dari pelaksanaan
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) kurikulum merdeka dimadrasah.
Kelima kandidat Ketua OSIM itu
adalah (Abiyyu-Naser 32 suara) nomor Urut 1, (Denis-Kayyisa 516 suara) nomor Urut 2, (Natasha-Fawas 21 suara)
nomor urut 3, (Melisa-Shofira 6 suara) nomor
urut 4, dan (Kenzie-Jasmin 220 suara) dengan nomor urut 5.
Ketua Pelaksana kegiatan Ifra
Rahmadini mengatakan “Proses serta rangkaian awal yang kami terapkan pada
pemilihan Ketua OSIM 2024-2025 ini menganut gaya KPU saat menggelar pemilu, tahapan yang akan di lalui mulai dsri seleksi pasangan calon (Paslon),
sampai ke tahap kampanye juga kami laksanakan agar lebih natural dan sama
persis seperti pada pemilu itu digelar”.
“Pemilihan dilakukan serentak
di TPS bertujuan untuk mengurangi kerumunan dan antrian panjang pada saat
pencoblosan dari pukul 07:30 WIB dan di tutup pada pukul 10:00 WIB, dilanjutkan
dengan penghitungan surat suara” . Tambah Ifra Rahmadini.
“Dapat juga dilaporkan 846 jumlah
daftar pemilih tetap(DPT) yang ada, 45 suara DPT dinyatakan tidak hadir pada
proses pencoblosan, dan 6 suara DPT dinyatakan tidak sah atau rusak, 795 suara DPT
sah yang masuk sampai pada Kamis siang pukul 11.00 WIB” Jelas Ifra Rahmadini.
Berkaitan dengan pelaksanaan
pemilihan Ketua OSIM ini, Kepala MTsN 1 Bengkalis Yusmanto mengapresisasi guru madrasah mengajar
P5 karena telah melaksanakan sekaligus mensukseskan jalannya Pemilihan OSIM
yang ada di MTsN 1 Bengkalis.
“Saya merasa bangga atas
setiap pencapaian yang telah diberikan oleh Guru Madrasah Negeri 1 Bengkalis,
dengan mengimplementasikan P5 dengan baik dan menjalankan sistem demokrasi kita
sedini mungkin," ujar Yusmanto. (*)