0 menit baca 0 %

Desa Sungai Intan Gemilang, Miniatur Masjid Binaan Penyuluh Agama Islam Juara 1 Festival Pompong Hias Muharram

Ringkasan: Tembilahan (Kemenag) Semarak menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah di Desa Sungai Intan dimeriahkan dengan gelaran Festival Pompong Hias. Dalam ajang kreatif ini, karya binaan Penyuluh Agama Islam (PAI) Abdul Halim berhasil menyabet juara pertama, membawa kebanggaan bagi masyarakat sete...

Tembilahan (Kemenag) – Semarak menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah di Desa Sungai Intan dimeriahkan dengan gelaran Festival Pompong Hias. Dalam ajang kreatif ini, karya binaan Penyuluh Agama Islam (PAI) Abdul Halim berhasil menyabet juara pertama, membawa kebanggaan bagi masyarakat setempat, Senin (30/6/2025).

Adalah pompong hias dari Dusun Parit Sungai Nibung Nomor 16, RT 06 RW 03, yang sukses memukau dewan juri. Keistimewaan karya ini terletak pada miniaturnya yang megah, mereplikasi Masjid Al-Jama'ah Sungai Nibung Desa Sungai Intan. Desain yang detail dan penuh makna religius ini menjadi daya tarik utama, mencerminkan identitas keislaman yang kuat di desa tersebut.

Keberhasilan ini tak lepas dari bimbingan dan arahan intensif dari Penyuluh Agama Islam, Abdul Halim. "Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas capaian ini," ujar Abdul Halim dengan raut bahagia. "Ini adalah hasil kerja keras dan kekompakan warga Dusun Parit Sungai Nibung, yang didukung penuh oleh semangat menyambut Muharram. Kami ingin menunjukkan bahwa tradisi lokal bisa berpadu indah dengan nilai-nilai agama,” tambahnya.

Penyerahan hadiah kepada para pemenang dilakukan langsung oleh Plt. Asisten I, H. Dwi Budianto, yang turut mengapresiasi kreativitas warga Desa Sungai Intan. Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Desa Sungai Intan, Ahmad Efendi, serta berbagai tamu undangan lainnya.

Saat menerima hadiah, Abdul Halim mewakili timnya, menegaskan bahwa prestasi ini menjadi motivasi bagi para penyuluh agama Islam untuk terus aktif membina masyarakat, tidak hanya dalam hal ibadah tetapi juga dalam mengembangkan potensi seni dan budaya yang bernuansa Islami. Keberhasilan ini juga menjadi bukti nyata sinergi positif antara pemerintah desa, masyarakat, dan peran aktif penyuluh agama dalam memajukan daerah.  (Ria)