0 menit baca 0 %

Dewan Hakim MTQ Nasional Meninggal Dunia

Ringkasan: Ambon (Humas)- Prof Dr. Zun Nurain (58) salah seorang Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional di Kota Ambon, Senin (11/6/2012) sekitar pukul 20.00 wit meninggal dunia di Klinik Al Aqsah di Kawasan Kebun Cengkeh, Ambon. Diduga, Zun Nurain meninggal dunia akibat kelelahan...
Ambon (Humas)- Prof Dr. Zun Nurain (58) salah seorang Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional di Kota Ambon, Senin (11/6/2012) sekitar pukul 20.00 wit meninggal dunia di Klinik Al Aqsah di Kawasan Kebun Cengkeh, Ambon. Diduga, Zun Nurain meninggal dunia akibat kelelahan dan penyakit asma yang dideritanya. Atas permintaan keluarga, jenazah langsung dibawa ke kampung halamannya di Bojonegoro, Jawa Timur untuk dimakamkan. Informasi yang dihimpun hingga siang ini, Selasa (12/6/2012), sebelum meninggal dunia, almarhum sedang menjalankan ibadah puasa sunah. Saat waktu berbuka, Nurain terlebih dahulu meminum air putih dan obat di rumahnya. Tak berselang lama, Nurain tiba–tiba menderita sesak nafas. Oleh keluarga, ia langsung dilarikan ke Klinik Al Aqsah di Kawasan Kebun Cengkeh, sebelum akhirnya meninggal dunia. Wakil Gubernur Maluku, Said Assagaf yang juga Ketua Panitia MTQ kepada sejumlah wartawan di Kantor Gubernur Maluku, sore ini, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurut Said, kondisi kesehatan Nurain memang sudah terganggu semenjak menjadi Dewan Hakim di MTQ tingkat Provinsi di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku. “Memang sejak MTQ di Kepulauan Aru kondisi kesahatan beliau sudah sedikit menurun, yang pasti kita sangat kehilangan dan turut berduka cita yang sedalam–dalamnya,” kata Assagaf. Menurutnya, Nurain selama ini dikenal sebagai sosok yang sangat disiplin dan cerdas, bahkan dia merupakan salah satu penghafal Alqu’an terbaik se Asia Tenggara yang dimiliki Kampus IAIN Ambon. “Kita masih membutuhkan kontribusi beliau untuk generasi muda Maluku, namun memang Tuhan berkehendak lain. Saat ini atas permintaan keluarga Almarhum sudah diterbangkan ke Kampung halamannya di Bojonegoro, dengan peswat Lion Air,” ungkapnya. (kompas.com)