0 menit baca 0 %

Di Hadapan Jama'ah Majlis Taklim, M.Shodiq Sampaikan Empat Pelajaran di Balik Protokol Kesehatan.

Ringkasan: Meranti (Inmas) - Ulama adalah penyejuk di tengah ummat, itu layak disematkan kepada Muhammad Shodiq.S.PdI,Penyuluhan Agama Islam Non PNS Kec Tebing Tinggi  ketika menyampaikan materi pengajian di Musholla Nurul Huda dengan materi "Empat pelajaran di balik protokol kesehatan", di hadapan jamaah ibu...

Meranti (Inmas) - Ulama adalah penyejuk di tengah ummat, itu layak disematkan kepada Muhammad Shodiq.S.PdI,Penyuluhan Agama Islam Non PNS Kec Tebing Tinggi  ketika menyampaikan materi pengajian di Musholla Nurul Huda dengan materi "Empat pelajaran di balik protokol kesehatan", di hadapan jamaah ibu-ibu majlis taklim Musholla Nurul Huda.

Menurut beliau, Bencana non alam ini mengakibatkan berbagai sektor kehidupan terdampak, mulai dari kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan berbagai sendi kehidupan manusia. Pandemi ini pun disikapi oleh pemangku kebijakan dengan menerapkan pola hidup baru yang dikenal melalui istilah new normal. Segala aktivitas kehidupan harus tetap berjalan namun juga harus memperhatikan tatanan atau model baru untuk menghindari virus ini.

Dengan tidak pernah lelah Pemerintah pun terus mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menaati dan menerapkan protokol kesehatan dalam berbagai aktivitas. Hal ini ditujukan sebagai ikhtiar lahiriah untuk memutus rantai penyebaran virus yang pertama kali muncul di negeri China ini.Protokol kesehatan yang dianjurkan meliputi empat hal yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

“Protokol kesehatan ini dinilai mampu menjadi ikhtiar fisik dalam menjaga diri dan orang lain dari paparan virus Corona. Namun jika direnungkan, empat bentuk protokol kesehatan ini memiliki hikmah dan makna penting yang patut menjadi renungan kita bersama. Dengan merenungkan hakikat makna memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan ini, kita diingatkan kembali, betapa Allah subhanahu wata’ala sangat sayang pada umat manusia dengan mengingatkan agar selalu ingat pada-Nya”. Kata Shodiq

Protokol kesehatan pertama adalah memakai masker. Ini bisa menjadi peringatan bagi kita untuk senantiasa menjaga mulut kita. Di zaman digital saat ini, setiap orang bebas mengekspresikan dan mengatakan apa yang ada dalam benak dan pikirannya. Era media sosial yang tidak ada lagi batas waktu dan jarak ini, menjadikan banyak orang ceroboh dan tidak memikirkan efek dari apa yang diucapkan atau ditulis di media social.

Protokol kesehatan yang kedua adalah mencuci tangan.Ini menjadi simbol bagi kita untuk segera membersihkan diri dari banyaknya dosa yang telah dilakukan. Di zaman modern ini, berbagai tindakan dosa yang ditimbulkan akibat ulah anggota badan kita bisa dengan mudah dilakukan, baik dosa itu merugikan diri sendiri dan terlebih merugikan orang lain. Berbagai bencana alam maupun nonalam menjadi peringatan bagi kita untuk segera bertobat kepada Allah dari dosa-dosa yang telah kita lakukan. Pertobatan bisa dilakukan melaluibanyak-banyak membaca istighfar dengan harapan dosa-dosa yang telah kita perbuat diampuni oleh Allah subhanahu wata’ala sehingga keberkahan akan turun kepada kita.

Protokol kesehatan yang ketiga adalahmenjaga jarak.Ini juga menjadi renungan kita untuk tetap menjaga jarak dengan kehidupan dunia. Jangan sampai dunia yang hanya tempat mampir untuk istirahat ini menjadikan kita lupa kehidupan yang abadi yakni akhirat. Virus corona ini seolah-olah diutus oleh Allah untuk mengingatkan bahwa umat manusia saat ini sudah tenggelam dalam kenikmatan dunia sekaligus lupa dan dibuat lupa oleh pesona dunia. (M.Shodiq/Tim Inmas)