Pekanbaru (Humas) – Helat pembelajaran demokrasi tahunan di MAN 4 Kota Pekanbaru kembali digelar, yang tahapannya mulai dari sosialisasi, pendaftaran bakal calon, fit and proper test, penetapan calon, kampanye, dan debat telah dimulai sejak pertengahan januari 2021. Puncaknya di Selasa (25/01/2021) dari pagi jelang tengah hari, giat pemungutan dan penghitungan suara dengan 5 (lima) pasangan calon diselenggarakan.
Giat pemungutan dan penghitungan suara, diawali dengan sholat dhuha dan do’a bersama yang dipimpin langsung Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MAN 4 Kota Pekanbaru, Zendri Hendri, M.Pd. “Ruang pembelajaran berdemokrasi di lingkungan sekolah/madrasah, selain diejawantahkan melalui asas pemilihan yang langsung, umum, bebas dan rahasia (luber), serta jujur dan adil, (jurdil), harus simultan dengan doa/pengharapan agar dikaruniai calon pimpinan OSIS terbaik, kepada Allah SWT. Sehingga diharapkan message penting dalam pembelajaran demokrasi ini, juga akan diimplementasikan para peserta didik, saat berproses pada helatan demokrasi di lingkungan masyarakatnya kelak”, papar Zendri sapaan akrabnya, didampingi Aprianto, S.Pd Pembantu Urusan Bidang Kesiswaan.
Kepala MAN 4 Kota Pekanbaru, Agus Salim Tanjung, MA pula saat membuka kegiatan pemungutan dan penghitungan suara calon ketua OSIS, menyatakan bahwa pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS layaknya Pemilu ini, merupakan kegiatan rutin tahunan di semua madrasah atau sekolah di Indonesia. “Ruang belajar berdemokrasi ini semoga dapat dimanfaatkan secara baik, tidak hanya untuk kandidat Ketua OSIS, tapi juga kepada semua siswa yang memberikan hak pilihnya. Pemilih yang diharapkan lahir dalam pemilihan ketua OSIS ini adalah pemilih yang rasional, yakni pemilih yang memilih karena pendekatan visi, misi, program kerja dan rekam jejak masing-masing kandidat. Bukan pemilih yang memilih karena pendekatan se-kelas, se-jurusan, se-kesukuan, se-kedaerahan atau primordialisme”.
Majelis guru dan tenaga kependidikan (GTK) dalam pemihan ketua OSIS di MAN 4 Pekanbaru tidak memiliki hak suara, untuk memilih sebagaimana lazimnya di beberapa madrasah/sekolah, keputusan ini kami buat secara sadar, karena ingin memberikan pelajaran berdemokrasi secara utuh dan totally bagi peserta didik kita. Wadah berdemokrasi GTK dilingkungan madrasah telah dikanalisasi melalui pemilihan jabatan wakil kepala Madrasah, sesuai pentujuk teknis Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, tambah Agus lagi.
Di helatan ini, properti yang digunakan Komisi Pemilihan OSIS (KPO) MAN 4 Kota Pekanbaru ini, juga seperti properti yang digunakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam Pemilu. Bilik suara, kotak suara, papan pengumuman, daftar data pemilih tetap (DPT), dan tinta celup untuk jari turut digunakan dalam kegiatan pencoblosan ini.
Sebelum pencoblosan, ratusan siswa tampak mengantre per-kelas untuk mendapatkan surat suara yang isinya adalah foto dan nomor kandidat. Setelah itu para siswa-pun menuju bilik suara untuk melakukan pencoblosan. Setelah mencoblos, siswa melipat surat suara seperti semula. Selanjutnya, surat suara dimasukan ke kotak suara. Sebelum meninggalkan lokasi pemungutan suara, KPO memberikan tanda berupa tinta di tangan pemilih, agar tidak ada yang memilih lebih dari satu kali.
Terakhir dilakukanlah penghitungan suara oleh KPO yang diketuai oleh Adam Kurniawan, dengan disaksikan juga oleh Majelis Guru dan dimenangkan oleh pasangan Farhan Syamren Kyoto, yang berpasangan dengan Al-Aziz Dwi Fadli dari Kelas XI Jurusan Agama. (Humas-M4C)