0 menit baca 0 %

Dibuka Menag, Konferemsi International Ekotheology Untuk Masa depan Bumi

Ringkasan: Jakarta (Kemenag) --- Dalam rangka menyemarakkan upaya kolaboratif antarnegara dalam membangun pemahaman keagamaan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama Republik Indonesia akan menyelenggarakan International Conference on EcoTheolog...

Jakarta (Kemenag) --- Dalam rangka menyemarakkan upaya kolaboratif antarnegara dalam membangun pemahaman keagamaan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama Republik Indonesia akan menyelenggarakan International Conference on EcoTheology for the Future of the Earth, Senin (14/7/25). Kegiatan uang dipusatkan di Hotel Grand Sahid Jakarta ini dibuka langsung Menteri Agama RI.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau H. Muliardi bersama Kabid Urais H. M. Fakhri menghadiri kegiatan international ini, yang juga sekaligus sebagai Kick Off Penyempurnaan Tafsir Al-Quran Kementerian Agama.

Konferensi dihadiri Pejabat Pusat Ditjen Bimas Islam dan Ka. Kanwil serta Kabid Urais se Indonesia ini terselenggara sebagai bagian dari pelaksanaan Asta Prioritas Kementerian Agama, khususnya pada butir ke-4 yakni “Ekoteologi” yang bertujuan memahami dan membangun kesadaran akan tanggung jawab spiritual dan moral umat beragama terhadap alam semesta. Dengan mengarusutamakan pendekatan berbasis nilai-nilai keagamaan.

Kegiatan dirancang secara kolaboratif dengan melibatkan unsur pentahelix (pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, dunia usaha, dan media), serta memastikan partisipasi aktif generasi muda dari pesantren, universitas, dan komunitas ekologi. Dengan menghadirkan para narasumber internasional dari dunia Islam dan global, konferensi ini tidak hanya menjadi ruang dialektika pemikiran, tetapi juga arena membangun jejaring gerakan dan advokasi lintas negara dan generasi.

Memgambil tema Islamic Eco-theology and the Climate Crisis: Building Ethical and Sustainable Pathways, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dengan salah satu tujuannya Merumuskan kerangka konseptual ekoteologi Islam yang kontekstual; yang kontekstual, berbasis ajaran Al-Qur’an, Sunnah, dan tradisi keislaman Nusantara dan memberi masukan substantif kepada Tim Penyempurnaan Al-Qur'an dan Tafsirnya dalam melaksanakan proses reviu dan penyempurnaan tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama, khususnya yang terkait dengan ayat-ayat tentang ekoteologi.