0 menit baca 0 %

Didaulat jadi Narasumber PDWK, Ka.KanKemenag kembali Imbau Sukseskan Asta Protas

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon tidak henti mensosialisasikan Asta Protas Kemenag Berdampak atau Delapan Program Prioritas Kemenag Berdampak. Seperti saat didaulat menjadi narasumber dalam Pelatihan Pendekatan Saintifik di Wilayah Kerja Kanto...

Kuansing (Kemenag) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon tidak henti mensosialisasikan Asta Protas Kemenag Berdampak atau Delapan Program Prioritas Kemenag Berdampak. Seperti saat didaulat menjadi narasumber dalam Pelatihan Pendekatan Saintifik di Wilayah Kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis (12/06/2025). 

Pelatihan di Wilayah Kerja (PDWK) ini diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Pekanbaru bagi Guru Madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi selama empat hari mulai dari tanggal 11 s.d. 14 Juni 2025 di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi. 

Dalam materinya, Suhelmon memaparkan bahwa Menteri Agama telah mencanangkan Asta Protas Kemenag Berdampak yang perlu diketahui bersama, termasuk oleh para guru. “Asta Protas ini berisi delapan program besar Kementerian Agama yang akan kita kerjakan selama periode 2025-2029 yang outputnya diharapkan akan memiliki dampak langsung terhadap masyarakat,” buka Suhelmon.

Lebih lanjut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi menjelaskan kondisi keragaman bangsa Indonesia yang perlu dijaga dan dipelihara. “Oleh karenanya penguatan moderasi beragama diperlukan sebagai upaya kita bersama, bangsa indonesia untuk menyelaraskan visi beragama dan bernegara,” ucapnya. 

Menyinggung moderasi beragama dan pembangunan nasional bidang agama, Suhelmon mengatakan bahwa moderasi beragama merupakan perekat antara semangat beragama dan komitmen berbangsa. Penguatan moderasi beragama pada dasarnya ialah menghadirkan negara sebagai rumah bersama yang adil dan ramah bagi bangsa indonesia. 

Diikuti oleh 40 orang peserta, pelatihan ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan kompetensi para guru madrasah dalam menerapkan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran. Selain itu, diharapkan pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan sehingga siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal. (Gs)