0 menit baca 0 %

Digitalisasi Dongkrak Inovasi Pembelajaran PAI di Sekolah Dasar

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital, Staf Seksi PAIS Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Leo Candra, menghadiri kegiatan bulanan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Sekolah Dasar yang dige...

Indragiri Hulu (Kemenag) – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital, Staf Seksi PAIS Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Leo Candra, menghadiri kegiatan bulanan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Sekolah Dasar yang digelar di SDN 005 Titian Resak, Kecamatan Seberida (11/10/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Pemanfaatan Digitalisasi dalam Pembelajaran Mendalam” dan diikuti oleh para guru PAI dari berbagai sekolah dasar di wilayah tersebut.

Melalui kegiatan ini, para guru didorong untuk memanfaatkan teknologi digital dalam memperkaya metode pembelajaran agar lebih interaktif, efisien, dan sesuai dengan karakter peserta didik masa kini. Penggunaan media digital seperti aplikasi pembelajaran, video interaktif, dan platform kolaboratif diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi siswa.

Leo Candra dalam kesempatan itu menekankan pentingnya adaptasi guru terhadap perkembangan zaman.

“Guru PAI tidak hanya berperan sebagai penyampai nilai-nilai keagamaan, tetapi juga sebagai inovator dalam menanamkan nilai tersebut melalui media yang relevan dengan generasi digital,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa digitalisasi bukan berarti meninggalkan nilai-nilai tradisional dalam pendidikan agama, melainkan menjadikannya lebih kontekstual dan mudah diterima siswa.

“Teknologi adalah alat, bukan tujuan. Dengan niat yang benar dan cara yang bijak, digitalisasi bisa menjadi jembatan untuk memperdalam pemahaman keagamaan anak-anak kita,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang merasa terbantu dengan praktik dan contoh konkret penggunaan media digital dalam pembelajaran PAI. Dampaknya, para guru mulai termotivasi untuk mengembangkan materi ajar berbasis teknologi di sekolah masing-masing, sehingga proses belajar tidak hanya informatif tetapi juga inspiratif.

(Reski)