Kampar (Inmas) – Kegiatan Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama, yang dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penais Zawa) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Drs H Fairus MA, dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg, hari selasa (12/10/2021), di Hotel Altha, Bangkinang Kota.
Acara Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama ini ditaja oleh Bidang Penerangan Agama Islam, dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Riau, dengan menghadirkan Narasumber Ketua Majelis Ulama Indonesia Kab. Kampar Dr H Mawardi MS Lc MA, dan 28 orang peserta yang terdiri dari Penyuluh Agama Islam yang tersebar di 21 Kecamatan yang ada di Kab. Kampar.
Dalam arahannya Kakan Kemenag Kampar Drs H Alfian MAg, menghimbau kepada seluruh peserta untuk memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Timba ilmu dan perluas wawasan kebangsaan serta jadilah penggerak atau contoh yang baik dalam menciptakan kerukunan umat beragama.
Lebih lanjut Alfian mengatakan, Negara kita sudah memfasilitasi kehidupan beragama di bawah payung 4 Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika. Umat Islam sebagai mayoritas harus menjadi penyejuk, penengah, dalam menjaga kerukunan dengan membangun kerukunan secara intern terlebih dahulu, tegasnya.
Sementara itu Kabid Penais Zawa Kanwil Kemenag Riau Drs H Fairus MA dalam acara tesebut juga menegaskan bahwasanya sebagai Penyuluh Agama Islam, kita harus perbagus wawasan kebangsaan dan memperkuat kerukunan umat beragama. Karena Penyuluh ini merupakan ujung tombak Kementerian Agama dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat.
Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama mempunyai tugas utama yaitu menfasilitasi agar pengamalan ajaran agama masyarakat sesuai dengan pokok-pokok ajaran agamanya masing-masing. Untuk itu, kepada Penyuluh Agama Islam yang hadir hari ini, jadilah sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian Agama untuk menyampaikan kepada ummat tentang pengamalan ajaran agama Islam yang baik dan benar, pungkas Fairus. (Ags/Ftm)