Mandau (Kemenag) – Direktur Lembaga Amil Zakat (LAZ)
Ibadurrahman, Muhammad Hasbi, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan
Pendampingan Program KUA Pemberdayaan Ekonomi Ummat yang dilaksanakan di Masjid
Assalam, Jalan Hang Tuah, Kecamatan Mandau, Rabu (27/8/2025). Dalam penyampaian
materinya, beliau mengupas tuntas tentang pentingnya optimalisasi pengelolaan
zakat, khususnya zakat maal dan zakat profesi, agar benar-benar memberi manfaat
nyata bagi kesejahteraan umat.
Muhammad Hasbi menekankan
bahwa pengumpulan zakat harus dimaksimalkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ)
maupun Mitra Pengelola Zakat (MPZ) yang telah terbentuk di masjid-masjid atau
lembaga. Dengan demikian, potensi zakat yang besar di tengah masyarakat dapat
dihimpun lebih efektif dan terarah.
“Zakat bukan hanya sekadar
kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen sosial ekonomi. Jika dikelola dengan
baik, zakat mampu memberdayakan umat, mengurangi kemiskinan, dan mendorong
kemandirian mustahik,” jelasnya.
Lebih jauh, beliau mengajak
agar dana zakat tidak hanya digunakan secara konsumtif, tetapi lebih
diproduktifkan sehingga berdaya guna untuk meningkatkan perekonomian umat.
Menurutnya, salah satu bentuk pemanfaatan yang tepat adalah menyalurkan dana
zakat untuk kegiatan usaha produktif, pemberian modal kecil, maupun pembinaan
keterampilan mustahik agar mereka bisa mandiri secara ekonomi.
Selain itu, Muhammad Hasbi
juga menegaskan pentingnya memastikan bahwa dana zakat benar-benar memberikan
maslahat bagi umat. Program-program seperti pembagian sembako, layanan ambulan
gratis, hingga pemberdayaan ekonomi mustahik menjadi wujud nyata pengelolaan
zakat yang tepat sasaran.
“Untuk pemberdayaan ekonomi
mustahik, silakan ajukan langsung melalui LAZ Ibadurrahman dengan rekomendasi
dari KUA. Kami akan melakukan survei terlebih dahulu, agar penyaluran
benar-benar sesuai kebutuhan dan tepat sasaran,” tambahnya.
Peserta kegiatan menyambut
hangat pemaparan tersebut. Salah seorang pengurus masjid, Hendri, mengungkapkan
rasa syukurnya atas ilmu yang disampaikan.
“Selama ini kami lebih
banyak menyalurkan zakat hanya untuk bantuan konsumtif. Setelah mendengar
penjelasan Pak Hasbi, kami jadi lebih paham bahwa zakat juga bisa dikelola
untuk usaha produktif. Ini membuka wawasan baru bagi kami agar masjid
benar-benar bisa memberdayakan jamaahnya,” ujarnya dengan penuh semangat.
Senada dengan itu, Nurlis,
salah seorang pengurus Muslimat NU Mandau, menyampaikan kesannya bahwa kegiatan
ini sangat inspiratif.
“Saya merasa tercerahkan.
Ternyata zakat profesi pun bisa dihimpun melalui masjid, lalu dimanfaatkan
untuk program-program nyata yang membantu ekonomi keluarga mustahik. Semoga
setelah ini kami bisa ikut ambil peran,” katanya dengan wajah antusias.
Kehadiran Muhammad Hasbi
dalam acara tersebut tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memantik
semangat peserta untuk bergerak bersama memaksimalkan potensi zakat. Kegiatan
ini semakin meneguhkan peran KUA bersama lembaga zakat dalam memadukan aspek
spiritual dan sosial-ekonomi, menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat
sekaligus solusi nyata bagi problem kesejahteraan masyarakat.