0 menit baca 0 %

Dirjen Pendis : Ekonomi Masyarakat Pesantren Potensial untuk Dikembangkan

Ringkasan: Surabaya, (HUMAS)- Direktur Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag), Prof Dr Mohammad Ali MA pada sambutannya dalam pembukaan Peantren Expo, Rabu (7/7) di Gramedia Expo Surabaya mengatakan, ekonomi masyarakat pesantren sangat potensial untuk dikembangkan dibe...
Surabaya, (HUMAS)- Direktur Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag), Prof Dr Mohammad Ali MA pada sambutannya dalam pembukaan Peantren Expo, Rabu (7/7) di Gramedia Expo Surabaya mengatakan, ekonomi masyarakat pesantren sangat potensial untuk dikembangkan diberbagai sektor, mulai dari sekotr industri hingga sektor industri kreatif. Untuk itu, akses informasi perlu ditingkatkan, karena selama ini yang menjadi kendala utama pengembangan potensial pesantren tersebut adalah akses informasi. "Melalui Pesantren Expo yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren (POSPENAS) V yang berlangsung dari 1-11 Juli 2010 di Surabaya dapat lebih mengenalkan produk inovasi santri. Dengan demikian karya para santri dapat diketahui secara luas oleh publik karena selama ini para santri sudah mampu berkarya dengan baik, tapi informasinya belum sampai ke masyarakat secara luas," ungkapnya. Lebih lanjut Dirjen Pendis menyesalkan, akibat adanya keterbatasan informasi banyak produk pesantren yang tak mampu diserap pasar. Padahal produk yang dihasilkan saat belajar wirausaha di pesatren dinilai cukup potensial untuk di pasarkan. Bahkan berdasarkan hasil riset pemasaran produk pesantren kerap kali terganjal. "Melalui Peantren Expo ini kendala pemasaran produk-produk pesantren selama ini dapat terpecahkan. tentunya kita di Kemenag khususnya bidang terkait harus aktif membantu dalam masalah pemasaran. Peran Konsorsium Pesantren Indonesia (KPI) yang bekerjasama dengan Kementerian Agama dan Kementerian Perindustrian dalam memprakarsai penyelengaraan pameran ini, dianggap sebagai jalan dan solusi yang baik," jelasnya. Untuk itu ia berharap semoga kegiatan Pesantren Expo seperti ini terus ditindaklanjuti di berbagai kota Indonesia, sehingga kemandirian santri dalam membangun ekonomi melalui UKM dan industri kecil dapat berkembang dengan baik. Sehingga pesantren tidak hanya sebagai tempat mencetak para intelektual, tapi juga diharapkan sebagai tempat penerapan perekonomian yang berbasis kerakyatan. Ditempat terpisah Kepala Bidang Pekapontren Kemenag Riau, Drs H Pandji Ade Kh F, mendukung adanya kegiatan pesantren expo. dengan kegiatan tersebut diharapkan produk-produk dari pesantren dapat lebih dipasarkan dan dikenal masyarakat. Salah satu contoh, hasil kaligrafi santari pesantren tidak kalah bagusnya dengan kaligrafi komersial lainnya, namun sampai saat ini kaligrafi hasil karga santri hanya dapat dinikmati oleh pondok pesantren sendiri. "Kita sangat mendukung adanya upaya untuk memasarkan dan mengembangkan hasil karya dan inovasi santri, dengan demikian satnri terus termotivasi untuk terus berkarya," ucapnya singkat. (msd/js)