Ditjen Haji: 95 % Pemondokan Haji Indonesia di Ring I Makkah
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Sekretaris Dirjen Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Drs H Chepi Supriatna mengatakan, hingga Juni 2011 sudah 95 persen perolehan pemondokan haji Indonesia berada di Ring I Makkah, atau berjarak paling jauh 2.500 meter dari Masjidil Haram.
Pekanbaru (Humas)- Sekretaris Dirjen Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Drs H Chepi Supriatna mengatakan, hingga Juni 2011 sudah 95 persen perolehan pemondokan haji Indonesia berada di Ring I Makkah, atau berjarak paling jauh 2.500 meter dari Masjidil Haram. Sementara pemondokan di Madinah pada tahun 2011 diupayakan semua jamaah berada di Markaziyah atau berjarak 500 meter Masjid Nabawi.
Menurut Chepi Supriatna, Senin (27/6) saat memberikan sambutan pada Lounching Siskohat Online Kab/ Kota se Riau di Kantor Kemenag Pekanbaru, perolehan pemondokan yang cukup dekat dari lokasi pada musim haji 1432 H/ 2011 M merupakan tindak lanjut kebijakan Menteri Agama (Menag) 1432 H tentang pemondokan dalam rangka pelayanan Jemaah Calon Haji (JCH) yang lebih baik dan lebih baik lagi.
"Untuk memperoleh pemondokan di Arab sangat sulit, ditambah budaya orang Arab yang tidak berbanding antara hak dan kewajiban, walaupun sudah disepakati bersama tentang harga pemondokan, jika ada pihak yang menawarkan lebih tinggi maka bisa saja mereka mengalihkan sesuka hati. Sementara kita dibebankan dengan pelayanan harus meningkat tapi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) harus turun, tentu ini tidak setimpal dengan hukum ekonomi," ungkapnya terkait dengan kesulitan panitia untuk mencari pemondokan untuk jamaah.
Namun Kementerian Agama (Kemenag) selaku penyelenggara hari haji terus berupaya meningkatakan pelayanan terhadap JCH Indonesia. Khususnya di bidang pemondokan, kata Chepi, jika pada tahun 2008 lalu masih terdengar adanya pemondokan yang berjarak cukup jauh dari lokasi Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Pada tahun 2009 pemondokan berhasil diperoleh lebih dekat, dari 13 KM menjadi 7 KM. Kemduian pada tahun 2010 jarak pemondokan yang terjauh hanya 4.000 atau 4 KM, dan tahun 2011 panitia sudah berhasil mendapatkan 95 persen pemondokan berjarak paling jauh 2,5 KM atau 2.500 M.
Sementara pemondokan di Madinah juga mengalami peningkatan, jika pada tahun 2008 yang berada di Markaziyah atau berjarak 500 meter Masjid Nabawi hanya sekitar 35 persen dari JCH Indonesia, pada tahun 2009 meningkat menjadi 65 persen. Pada tahun 2010 kembali mengalami penignkatan sebanyak 93,4 persen JCH Indonesia berada di Markaziyah, dan pada tahun 2011 diupayakan seluruh JCH Indonesia berada di Markaziyah.
Terkait dengan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Chepi Supriatna mengatakan, sampai saat ini masih dilakukan pembahasan. Seperti yang diungkapkan Menag sebelumnya, bahwa BPIH diupayakan tidak naik, kalaupun terjadi kenaikan karena ada beberapa faktor yang menjadi penyebab, yaitu faktor penerbangan dimana harga BBM kan meningkat tajam, dibandingkan tahun 2010 itu hitungan kita antara 79-100 USD per barel. Faktor kedua, adalah harga sewa rumah di Makkah dan di Madinah. (msd)