Diusia ke- 5, Majalah Dinamis Harus Bisa Lebih Mandiri
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa sudah sejak empat tahun belakangan ini Majalah Bulanan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau Dinamis mengisi ruang baca pejabat dan karyawan/ ti di lingkungan Kemenag Riau.
Pekanbaru (Humas)- Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa sudah sejak empat tahun belakangan ini Majalah Bulanan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau Dinamis mengisi ruang baca pejabat dan karyawan/ ti di lingkungan Kemenag Riau. Dari tahapan waktu yang dilalui, Majalah Dinamis yang lahir 11 Januari 2006 hingga saat ini 11 Januari 2011selalu melakukan pembenahan step by step.
Sampai diusianya yang keempat tahun, Dinamis masih melakukan pembenahan guna memenuhi keinginan para pembacanya, namun demikian upaya tersebut belum mampu dilakukan secara maksimal karena masih adanya keterbatasan sarana dan prasana, termasuk keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan anggaran. Untuk itu, kedepan Dinamis akan hadir lebih baik lagi dengan terus melakukan evaluasi terhadap penerbitan yang telah lalu, dan melakukan pembenahan terhadap kekurangan yang masih ada.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang pernah menjadi penanggungjawab Majalah Dinamis, Drs H Ahmad Supardi MA, Kamis (13/1) saat bertandang ke Redaksi Majalah Dinamis menuturkan, memasuki usianya yang ke- 5 tahun (11 Januari 2006- 11 Januari 2011) Majalah bulanan Dinamis harus bisa menuju arah kemandirian.
"Kemanandirian disini yaitu Majalah Dinamis harus mampu membiayai diri sendiri, meningkatkan oplah, dan pendistribusian yang menjangkau masyarakat luas, khususnya pegawai di lingkungan Kementerian se Provinsi Riau. Dan yang paling terpenting adalah, adanya kebijakan khusus dari Ka Kanwil Kemenag Riau untuk mewajibkan karyawan dan stafnya membeli majalah Dinamis sesuai harga cetak sekitar Rp10 ribu per exsamplar," saran Supardi.
Jika memungkinkan, Majalah Dinamis juga bisa dijual kecalon-calon pengantin yang akan menikah dengan terlebih dahulu melengkapi rubrik informasi yang ada pada halaman Dinamis, misalnya tersedianya halaman Keluarga Sakinah dan tanya jawab tentang problema keluarga serta tanya jawab yang berhubungan dengan keagamaan.
"Dengan upaya menuju kemandirian tersebut, saya yakin Majalah Dinamis pada tahun-tahun mendatang tidak lagi bergantung pada APBN, tapi sudah bisa berdiri sendiri dengan membiayai diri sendiri," pungkasnya. (msd)