0 menit baca 0 %

Doa Bersama Tandai Pembukaan MTQ XIX Kuala Cenaku, Wujud Harapan Masyarakat Qurani

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Suasana khidmat menyelimuti pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur an (MTQ) ke-XIX Kecamatan Kuala Cenaku yang digelar pada Senin (29/09/2025). Acara resmi dibuka oleh Bupati Indragiri Hulu yang diwakili Pj. Sekda Kabupaten Syahruddin, dan diawali dengan pembacaan doa bersama yan...

Indragiri Hulu (Kemenag) – Suasana khidmat menyelimuti pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIX Kecamatan Kuala Cenaku yang digelar pada Senin (29/09/2025). Acara resmi dibuka oleh Bupati Indragiri Hulu yang diwakili Pj. Sekda Kabupaten Syahruddin, dan diawali dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh Kepala KUA Kecamatan Kuala Cenaku, Rahmadi.

MTQ kali ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an semata, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan meningkatkan semangat masyarakat dalam memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an. Dengan melibatkan berbagai peserta dari desa dan kelurahan se-Kuala Cenaku, kegiatan ini menjadi wadah pembinaan generasi muda agar lebih mencintai kitab suci dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya, Rahmadi menyampaikan bahwa kegiatan MTQ memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat.

“MTQ bukan hanya kompetisi membaca Al-Qur’an dengan suara merdu, tetapi juga upaya menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual agar masyarakat senantiasa dekat dengan Al-Qur’an dalam kehidupan mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberlangsungan kegiatan keagamaan seperti MTQ dapat memperkuat karakter masyarakat Kuala Cenaku yang religius, damai, dan berakhlak mulia.

“Dengan doa bersama ini, kita berharap MTQ menjadi ajang untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah yang berlandaskan nilai-nilai Qur’ani,” tambahnya.

Pembukaan MTQ XIX ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Selain menjadi sarana syiar Islam, kegiatan ini juga memberikan dampak sosial yang positif dengan menghidupkan kembali tradisi keagamaan dan memperkuat peran lembaga keagamaan di tingkat kecamatan sebagai motor penggerak pembinaan umat.

(Reski)