Kuansing (Kemenag) Dalam suasana khidmat yang menyatu dengan gemuruh budaya dan semangat kebersamaan di Tepian Narosa, Sungai Batang Kuantan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon memimpin pembacaan doa pada acara pembukaan Festival Pacu Jalur Tradisional Kabupaten Kuantan Singingi, Riau Tahun 2025, Rabu pagi (20/08/2025).
Doa yang dipanjatkan Suhelmon menggema di antara semilir angin sungai dan riuh semangat masyarakat yang memadati kawasan. Dengan penuh kekhusyukan, ia memohon kepada Allah SWT agar festival ini menjadi ajang yang tidak hanya mempromosikan budaya, tetapi juga memperkuat jalinan persaudaraan antarbangsa. Lebih dari sekadar seremonial, doa tersebut menjadi simbol penguatan nilai-nilai spiritual dan kebudayaan dalam event nasional yang telah menjadi ikon Provinsi Riau ini.
“Ya Allah, Tuhan Yang Maha Menyatukan, Engkau jadikan pacu jalur ini bukan sekadar perlombaan, melainkan cermin jati diri Melayu yang penuh nilai gotong royong, kerja sama, persaudaraan, dan persatuan. Dari berbagai penjuru nusantara bahkan dunia, Engkau pertemukan kami dalam keberagaman yang indah, untuk saling mengenal, saling menghargai, serta meneguhkan semangat persatuan bangsa,” pintanya.
Di tengah derasnya arus globalisasi, Suhelmon juga menekankan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai jati diri bangsa, mengutip filosofi Melayu yang sarat makna. “Seperti tunjuk ajar Melayu yang diwariskan: Kalau sungai tercemar, hilanglah tempat ikan berumah. Kalau hutan rusak binasa, hilanglah tempat burung bernyanyi. Kalau budaya hilang sirna, meranalah bangsa tiada bernilai. Maka ya Allah, jadikan kami hamba-Mu yang arif menjaga warisan leluhur, menyuburkan budaya, serta mengajarkannya kepada generasi penerus,” lanjutnya.
Suhelmon menutup doanya dengan harapan akan tumbuhnya cinta budaya di hati generasi masa depan. “Ya Allah, Yang Maha Mengabadikan, Anugerahkanlah kepada anak cucu kami kecintaan terhadap adat, budaya, dan tradisi luhur ini. Wariskan kepada mereka semangat kebersamaan, kearifan dalam menjaga alam, serta kemuliaan budi pekerti, agar mereka tetap berpegang pada petuah tunjuk ajar Melayu,” pungkasnya.
Festival tahun ini dibuka secara resmi oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, disaksikan oleh Kepala Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Gubernur Riau Abdul Wahid, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Riau Henny Sasmita Wahid, Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby, Wakil Bupati Muklisin dan tamu undangan lainnya.
Sementara itu menurut jadwal, Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka akan tiba di Teluk Kuantan pada pukul 13.00 WIB. Setibanya di lokasi, Wapres dijadwalkan menuju pancang start untuk melepas hilir pertama hingga ketiga, menandai dimulainya kompetisi yang telah dinantikan masyarakat.
Kementerian Agama Kuansing mengapresiasi penuh kehadiran para tokoh nasional serta antusiasme masyarakat dalam menjaga marwah budaya melalui kegiatan religius, seperti doa pembuka yang mengiringi pembukaan festival. Hal ini menunjukkan bahwa warisan budaya dan nilai spiritual dapat berjalan beriringan, memperkaya identitas bangsa sekaligus mendekatkan masyarakat kepada nilai-nilai luhur keagamaan. ( GS )