Bangkinang Kota ( Kemenag )---- Wakil Kurikulum Pondok Pesantren Ummu Aiman sekaligus juga Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Pahlawan Dr. Faisal MH, memberikan tausiah penuh makna tentang kemuliaan Nabi Muhammad SAW pada kegiatan yang digelar Ikatan Wanita Minang Riau (IWMR) bersama Bundo Kandung Kabupaten Kampar di Masjid Quatun Sadaqah, Bangkinang, Sabtu (20/9/2025).
Dalam tausiahnya, Dr. Faisal menguraikan berbagai sisi kemuliaan Nabi Muhammad SAW yang patut diteladani umat Islam. Menurutnya, Rasulullah SAW mulia bukan hanya karena status kenabian dan nasabnya, tetapi juga karena kesempurnaan akhlak dan kehidupannya.
Jasad Nabi SAW itu mulia. Beliau tidak pernah menguap, bahkan lalat pun tidak pernah hinggap di tubuhnya. Air ludah Nabi menjadi obat, sebagaimana kisah Abu Bakar yang digigit serangga dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang sakit mata disembuhkan dengan berkah air ludah Nabi,” jelas Dr. Faisal.
Faisal uga menyinggung perjalanan hidup Rasulullah SAW sejak muda yang dikenal jujur dan amanah. “Di usia 20 tahun, Nabi dipercaya Khadijah untuk berdagang. Karena kejujurannya, Khadijah semakin tertarik hingga akhirnya menjadi istri beliau. Ini pelajaran bahwa integritas dan akhlak mulia menjadi modal utama dalam hidup,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Ketua IWMR Hj. Zoraida, S.Sos, MAP menyampaikan apresiasi atas antusiasme jamaah yang hadir. “Kami sangat bersyukur bisa menyelenggarakan majelis ilmu ini. Semoga dengan tausiah tentang kemuliaan Rasulullah, kita semakin meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Bangkinang Kota Hj. Minda, SH mengajak jamaah untuk terus menghidupkan kegiatan dakwah dan keagamaan di tengah masyarakat. “Kehadiran kita di sini adalah wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Mari kita jaga silaturahmi, kebersamaan, serta memperkuat iman melalui kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh pengurus IWMR, Bundo Kandung Kabupaten Kampar, menjadi wujud nyata kebersamaan dalam meneladani Rasulullah SAW melalui kegiatan dakwah.
Melalui tausiah tersebut, jamaah semakin diingatkan akan kewajiban untuk mencintai, meneladani, dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri teladan utama dalam kehidupan sehari-hari.
(Kontributor ( Fatmi )