Pekanbaru (Inmas). Zikir berasal dari kata dzakara, yadzukuru atau dzukr/dzikr yang memiiliki arti perbuatan dengan lisan (menyebut, menuturkan, mengatakan) dan dengan hati (mengingat dan menyebut). Berdzikir merupakan hal yang telah umum di dalam Islam. Banyak ayat Al-Qur?an yang berisi perintah Allah SWT, agar manusia senantiasa berdzikir mengingat-Nya. Oleh sebab itu, berdzikir telah menjadi suatu bentuk kegiatan atau ibadah yang dilakukan umat muslim yang juga dapat memperoleh pahala.
Bertempat di Masjid Ikhlas Beramal di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, di jum at kali ini pada tanggal 14 Rabi ul Ahir 1443 H, DR. H. Auri Alwi selaku Khatib menyampaikan Zikir dan Keutamaannya, Ustadz H. Asy ari Husin selaku imam dan Ustadz M. Rizki Firzani, S.IP, M.Si selaku bilal.
Dalam Khutbah tersebut DR. H. Auri Alwi menyampaikan bentuk zikir terbagi menjadi 3 macam, yakni : pertama Zikir Jali (Jelas/Nyata) merupakan suatu perbuatan mengingat Allah SWT dalam bentuk ucapan lisan yang mengandung arti pujian, rasa syukur dan do a kepada Allah dengan suara jelas. Kedua, zikir khafi (samar-samar) merupakan zikir yang dilakukan dengan khusuk oleh ingatan hati baik disertai lisan ataupun tidak. Ketiga, zikir haqiqi merupakan zikir yang dilakukan dengan seluruh jiwa raga lahiriah dan bathiniah, kapan dan dimana saja dengan memperkuat upaya memelihara seluruh jiwa raga dari larangan Allah. Untuk mencapai zikir haqiqi ini perlu dijalani latihan mulai dari tingkat zikir jail dan khafi.
Selanjutnya beliau menyampaikan beberapa keutamaan dalam berzikir diantaranya : terlindung dari bahaya godaan setan, tak mudah menyerah serta putus asa, memberi ketenangan jiwa serta hati, dan mendapatkan cinta serta kasih saying dari Allah SWT. Â