0 menit baca 0 %

Dr Mawardi: 4 Sasaran Pendidikan

Ringkasan: Kampar (Humas) – Ada 4 tujuan atau sasaran pendidikan yang dicanangkan oleh pemerintah kita (Pemerintah Indonesia), jika 4 tujuan ini tidak tercapai, maka pemerintah dianggap gagal dalam mendidik anak bangsa ini. Demikian dikatakan Dr H Mawardi MS Lc MA dalam Tausiyahnya pada acara tasyakuran...
Kampar (Humas) – Ada 4 tujuan atau sasaran pendidikan yang dicanangkan oleh pemerintah kita (Pemerintah Indonesia), jika 4 tujuan ini tidak tercapai, maka pemerintah dianggap gagal dalam mendidik anak bangsa ini. Demikian dikatakan Dr H Mawardi MS Lc MA dalam Tausiyahnya pada acara tasyakuran sekaligus peresmian pondok pesantren As Salam Desa Naga Beralih Kec. Kampar Kab. Kampar hari Rabu (08/05). Acara tasyakuran tersebut di hadiri oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) Drs H A Saifuddin MA, Gubernur Riau yang diwakili oleh Kepala Biro Kesra Prov. Riau, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Riau H Ruslan SPdI MpdI, Bupati Kampar yang di wakili oleh Asisten I Nukman Hakim SH, Anggota DPD RI asal Riau Drs H Abdul Gafar Usman MSc MM, Kepala Kantor Wilayah Provinsi Riau Drs H Tarmizi Tohor MA, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA, Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar H Muhammad Hakam MAg, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Muhummad Ali SAg MSy dan ribuan undangan yang hadir. Dalam tausiyahnya Mawardi mengatakan, 4 sasaran pendidikan yang dicanangkan oleh pemirintah Republik Indonesia tersebut yakni : yang pertama pendidikan kecerdasan spiritual, yang kedua kecerdasan intelektual, yang ketiga kecerdasan emosianal, dan yang ke empat kecerdasan estetika. Yang 4 pendidikan ini hanya ada di Pondok Pesantren dan Madrasah. Mawardi mengatakan, pendidikan kecerdasan spritual ini indakatornya adalah keimanan dan ketakwaan, (akhlak dan moral). Jika program pembangunan pilar pertama Bupati Kampar tentang akhlak dan moral, secara tidak langsung Ponpes dan Madrasah merupakan peran yang utama. Kecerdasan intelektual adalah penguasaan terhadap ilmu pengetahuan. Cerdas secara emosianal, melahirkan anak-anak didik yang diharapkan melahirkan manusia-manusia yang empati yang memikirkan nasib orang banyak yang bukan memikirkan nasib diri sendiri. Orang yang berani mengorbankan apa yang ada pada dirinya demi kepentingan orang banyak, punya rasa kasih sayang, Punya rasa empati, solidaritas yang sangat tinggi, berani dia susah demi bahagianya orang lain. Kecerdasan estetika yakni dalam bahasa Al-qu’annya adalah alhikma yang artinya anak didik yang bijak yang pandai menempatkan sesuatu pada tempatnya. Yang diharapkan ketika mereka menjadi pejabat, kepala dinas, anggota dewan atupun Bupati, dia tahu mana yang harus di prioritaskan dan mana yang tidak. Lebih lanjut Mawardi mengatakan, jika ke 4 sasaran pendidikan ini tidak terwujud, maka pemerintah di anggap gagal atau lalai dalam mendidik anak-anak bangsa. Karena 4 sasaran pendidikan ini jika tidak dimiliki oleh pejabat-pejabat kita, maka pembangunan-pembangunan yang dilakukan tidak tepat sasaran dan melahirkan pejabat-pejabat yang korupsi yang hanya mementingkan dirinya sendiri , memperkaya dirinya pribadi, yang tidak memperdulikan nasib rakyatnya yang sedang kelaparan, Tutupnya. (Ags)