0 menit baca 0 %

dr. Ruri Paparkan Bahaya Pernikahan Dini terhadap Kesehatan Remaja

Ringkasan: Bantan (Kemenag) - dr. Ruri menjadi narasumber pada Bimwin angkatan XII KUA Kec. Bantan Rabu, (29/10/2025) pada pukul 10.00 WIB s/d selesai di balai nikah KUA Kecamatan Bantan. dr. Ruri menjelaskan materi tentang bahaya pernikahan dini bagi remaja dan dampak kesehatannya. Dihadapan 30 orang peserta...

Bantan (Kemenag) - dr. Ruri menjadi narasumber pada Bimwin angkatan XII KUA Kec. Bantan Rabu, (29/10/2025) pada pukul 10.00 WIB s/d selesai di balai nikah KUA Kecamatan Bantan. dr. Ruri menjelaskan materi tentang bahaya pernikahan dini bagi remaja dan dampak kesehatannya. 

Dihadapan 30 orang peserta, dr Ruri menjelaskan bahwa pernikahan dini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, terutama terhadap kesehatan reproduksi, mental, dan perkembangan sosial pasangan muda. Kegiatan ini sendiri bertujuan untuk membekali calon pengantin dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Menurut dr. Ruri lagi, usia ideal menikah adalah ketika seseorang telah matang secara fisik, mental, dan ekonomi. Menikah di usia terlalu muda berisiko tinggi terhadap komplikasi kehamilan, seperti anemia, pendarahan, dan kelahiran prematur, serta dapat menghambat pertumbuhan dan pendidikan remaja.

Beliau juga menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam memberikan pemahaman tentang bahaya nikah dini, agar generasi muda dapat mempersiapkan diri dengan baik menuju kehidupan berumah tangga yang sehat dan harmonis.

Pada akhir kegiatan, Kepala KUA Kecamatan Bantan, Drs. H. Nasuha, menyampaikan pesan agar para calon pengantin benar-benar memahami makna pernikahan bukan hanya dari sisi agama, tetapi juga dari segi kesiapan lahir batin. Beliau menegaskan bahwa pernikahan yang dilakukan dengan kesiapan yang matang akan melahirkan keluarga yang kuat dan berdaya tahan terhadap berbagai tantangan kehidupan.

Kegiatan Binwin ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusias dari para peserta, yang aktif bertanya dan berdiskusi seputar kesehatan reproduksi dan kesiapan menikah.