Siak (Inmas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. Muharom dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama pembangunan Ruang Kelas Belajar (RKB) santri Ponpes Darul Hadits Sultan Yahya Siak yang berada di jalan Tengku Buwang Asmara, Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak menjadi pesantren Hadits pertama di Siak bahkan di Provinsi Riau mengaku sangat antusias dan optimis akan perkembangan Ponpes Darul Hadits Sultan Yahya ini ke depannya.Â
Beliau juga berharap ke depansemoga di kabupaten Siak juga muncul Pesantren yang khusus mendalami Tafsir al-Qur’an. “Alhamdulillah hari ini kita memiliki Pesantren yang mempunyai ciri khas mendalami Hadits-Hadits Nabi secara komprehensif. Insya’Allah ke depan semoga kita wujudkan pesantren yang khusus mempelajari dan mendalami Tafsir al-Qur’an dan keilmuanya, sehingga ke depan lahir ulama-ulama akhli Tafsir dan Hadits dari bumi Melayu khususnya Negeri Istana ini,” harapnya.
Sementara itu, dalam kegiatan tersbut, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Hadist Sultan Yahya Abdul Rasyid Suharto, membenarkan bahwa pondok pesantren Darul Hardits ini merupakan salah satu ide dari bapak Bupati Siak Alfedri, yang didukung oleh Kemenag Siak, MUI Kabupaten Siak, Badan Wakaf Nasional perwakilan Kabupaten Siak, Baznas Siak serta para nazir Wakaf. "Untuk namanya sendiri diambil dari nama Sultan Siak ke-6 yakni Sultan Yahya sebagai bentuk penghormatan dari jasa para Sultan", jelas Rasyid.Â
Dikatakannya, Ponpes Darul Hadist Sultan Yahya ini dibangun berangkat untuk mencetak generasi ulama hadits, yang luas ilmu serta wawasannya. "Ponpes Darul Hadist Sultan Yahya, masuk kedalam Pondok Salafiah dengan pendidikan kesetaraan Wusto dan Aulia. Untuk saat ini, ijazah Pondok Pesantren sudah diakui oleh negara, yakni bisa di pergunakan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi," ucap Rasyid.
Untuk diketahui, saat ini santri di Ponpes Darul Hadits saat ini sudah ada 28 orang. Rencananya ponpes tersebut akan dibangun ruang kelas belajar (RKB) sebanyak 3 ruang dari dana CSR PT Bumi Siak Pusako, dan rampung di tahun 2021. (Hd)