0 menit baca 0 %

Drs.H.Sulman Inginkan Ada Madrasah Unggulan Di Meranti.

Ringkasan: Meranti ( Inmas ) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Drs.H.Sulman mengungkapkan keinginannya akan adanya madrasah unggulan di Kabupaten Kepulauan Meranti Kita ingin di daerah kita ini ada madrasah-madrasah unggulan, ungkap Kakankemenag.Hal tersebut disampaikanya saat Pembi...

Meranti ( Inmas ) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Drs.H.Sulman mengungkapkan keinginannya akan adanya madrasah unggulan di Kabupaten Kepulauan Meranti “Kita ingin di daerah kita ini ada madrasah-madrasah unggulan,” ungkap Kakankemenag.

Hal tersebut disampaikanya saat Pembinaan Madrasah yang di laksanakan di MTs Nurul Huda Kecamatan Tebing Tinggi Barat, dan ikuti oleh Kepala Madrasah dan perwakilan Majelis Guru- Guru Madrasah di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi, Tebing Tinggi Barat, dan Pulau Merbau. Rabu (13/10/2021).

Upaya tersebut kata Kepala Kantor Kemenag Kepulauan Meranti tidak lain untuk lebih menarik minat masyarakat agar memasukkan anaknya ke madrasah.

"Lebih dari itu, ini juga sebagai bentuk rasa tanggung jawab atas tunjangan profesi yang telah kita terima". Tegas Drs.H.Sulman.

Disamping memang madrasah sejatinya tidak kalah dengan sekolah umum bahkan lebih unggul dengan tambahan mata pelajaran dan ilmu-ilmu agama. Jelas beliau.

Namun lebih dari itu, Drs.H.Sulman menekankan kepada seluruh peserta pembinaan, agar setiap madrasah punya program masing-masing yang bisa di tonjolkan dan memiliki daya saing dengan sekolah-sekolah unggulan di luar Kabupaten Kepulauan Meranti atau pun di luar Provinsi Riau.

Sementara itu terkait dengan kinerja, dihadapan peserta pembinaan Drs.H.Sulman berpesan agar guru selalu bisa menjadi profesional dalam menjalankan tugas. “Untuk menjadi seorang profesional dalam dunia pendidikan, harus memiliki beberapa kemampuan seperti kemampuan untuk mengawasi, menyertifikasi dan mengembangkan diri sendiri serta memilki integritas yang tinggi,” terang beliau.

“Dengan memiliki kemampuan tersebut baru bisa dikatakan pendidik profesional,” tambah beliau.( Tim Inmas )