Indragiri Hulu, (Inmas). Bahwa dalam rangka pelaksanaan Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI). Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia akan mengadakan Bimtek Tindak Lanjut AKMI Tingkat Kabupaten/Kota utuk membantu madrasah memahami hasil rekomendasi AKMI.
Menindaklanjuti surat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor : B-3795/DJ.I.I/PP.00/10/2021 Tanggal : 28 Oktober 2021, Hal : Pemberitahuan Pengisian Pendataan Peserta Bimtek AKMI Tingkat Kabupaten, maka Guru MIN 1 Inhu atas nama Sri Harsanti, M.Pd dan Amanah, S.Pd.I mengikuti Bimtek Tindak Lanjut AKMI Tingkat Kabupaten/Kota selama 14 hari secara bertahap sejak tanggal 8 November 2021 dan pelaksanaanya secara daring.
Bimtek Tindak Lanjut AKMI diberikan kepada sebagian madrasah pelaksana AKMI tahun 2021.
Masing-masing madrasah menunjuk 2 (dua) orang guru dengan ketentuan guru pengajar kelas 5 pada madrasah pelaksana AKMI Tahun 2021.
Bimtek (Bimbingan Teknis) Tindak lanjut AKMI diselenggarakan untuk membantu madrasah memahami hasil rekomendasi AKMI. Sehingga madrasah yang menjadi peserta bimtek adalah MI yang tahun ini melaksanakan Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia.
AKMI adalah asesmen yang dilakukan pada siswa madrasah sebagai metode penilaian yang komprehensif untuk mendiagnosis kelebihan dan kelemahan siswa pada literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains dan literasi sosial budaya termasuk survei karakter. Hasil asesmen dapat digunakan oleh guru dan madrasah untuk memperbaiki layanan pendidikan yang dibutuhkan siswa sebagai dasar untuk menyusun suatu rancangan pembelajaran.
Literasi numerasi merupakan kemampuan untuk mengaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari-hari.
Literasi membaca adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah, mengembangkan kapasitas individu, sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat
Literasi sains adalah pengetahuan dan kecakapan ilmiah dalam mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simpulan berdasar fakta, memahami karakteristik sains, serta kesadaran bagaimana sains dan teknologi mempengaruhi manusia dan lingkungan.
Literasi sosial budaya merupakan kemampuan individu dan masyarakat dalam bersikap terhadap lingkungan sosialnya sebagai bagian dari suatu budaya dan bangsa, termasuk kemampuan untuk menerima dan beradaptasi, serta bersikap secara bijaksana atas keberagaman, demikian disampaikan Sri Harsanti kepada inmas Kankemenag Kab. Inhu.(tulang)
DUA GURU MIN 1 INHU IKUTI BIMTEK AKMI TINGKAT KABUPATEN
Ringkasan:
Indragiri Hulu, (Inmas). Bahwa dalam rangka pelaksanaan Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI). Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia akan mengadakan Bimtek Tindak Lanjut AKMI Tingkat Kabupaten/Kota utuk membantu madrasah memahami hasil rekomendasi AKMI.Meni...