0 menit baca 0 %

Dua Jabatan Fungsional Kemenag Riau Ikuti Kompetisi Penulisan Policy Brief Moderasi Beragama

Ringkasan: Bali (Kemenag) Dua orang Jabatan Fungsional di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau mengikuti Kompetisi Penulisan Policy Brief Moderasi Beragama bagi ASN Jabatan Fungsional Tertentu Antar Kementerian dan Lembaga Tahun 2024. Kompetisi ini diikuti 226 peserta dari delapan Kementer...

Bali (Kemenag) – Dua orang Jabatan Fungsional di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau mengikuti Kompetisi Penulisan Policy Brief Moderasi Beragama bagi ASN Jabatan Fungsional Tertentu Antar Kementerian dan Lembaga Tahun 2024. Kompetisi ini diikuti 226 peserta dari delapan Kementerian dan Lembaga dari seluruh Indonesia. 

Sebanyak Dua dari 15 finalis yang terpilih telah mengikuti grand final di Bali telah mempresentasikan karyanya di depan para juri. Tahun ini, tidak hanya perencana dan analis kebijakan saja yang mengikuti kompetisi ini, namun dari berbagai jabatan fungsional.

Dalam laporannya, Ketua Dewan Juri, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Msi yang juga Rektor UHN Sugriwa Denpasar mengatakan 15 peserta kompetisi semua akan mendapat penghargaan.

Menurut Sudiana, semua peserta sangat bagus dalam mempresentasikan paparannya. Meski ada beberapa kekurangan, menurutnya, semua ide yang dituangkan para peserta bisa dijadikan referensi bagi para pembuat kebijakan.

Namun baginya, kompetisi ini tujuannya bukanlah juara, namun bagaimana agar peserta mampu menulis naskah Policy Brief, “Dan yang paling penting kemudian, bagaimana rekomendasi-rekomendasinya bisa dipakai oleh pembuat kebijakan saat membuat kebijakan-kebijakan,” ujar Sudiana.

Adapun peserta dari Provinsi Riau termasuk kedalam juara favorit ini diantaranya Reski Saputra, Pranata Humas Kantor Kemenag Kabupaten Indragiri Hulu dengan judul Gender dan Moderasi beragama : Arah Baru Pengarusutamaan gender dan Zulkifli Ariadi, Guru MTsN 1 Kota Pekanbaru dengan judul Transformasi KUA dalam mengokohkan moderasi beragama: tantangan dan peluang.Â