Kuansing ( Kemenag ) Sentajo Raya – Benai, 6 Agustus 2025 Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Bahrul Aswandi, melaksanakan kunjungan lapangan dalam rangka verifikasi dan validasi (verval) perpustakaan masjid di dua lokasi berbeda: Masjid Taqwa di Desa Gunung Kesiangan, Kecamatan Benai, dan Masjid Raya Kampung Baru, Kecamatan Sentajo Raya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Seksi Bimas Islam dalam mendorong penguatan layanan literasi keagamaan di lingkungan masjid, sekaligus memastikan pengelolaan perpustakaan masjid sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk pendataan koleksi melalui sistem aplikasi e-LIPSKI (e-Library Perpustakaan Masjid Kementerian Agama RI).
Masjid Taqwa – Kecamatan Benai
Di Masjid Taqwa, Kasi Bimas Islam didampingi langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Benai, Kamislian, S.Ag. Mereka diterima oleh pengurus masjid dan Zulfahri, selaku penanggung jawab perpustakaan masjid.
Perpustakaan Masjid Taqwa telah menerima donasi buku bacaan anak-anak dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada tahun 2025. Koleksi tersebut dikelola secara rutin oleh gharim masjid, dan perpustakaan dibuka setiap sore hari untuk anak-anak dan masyarakat sekitar.
Dalam kunjungan tersebut, tim dari Seksi Bimas Islam melakukan pendataan langsung terhadap koleksi buku dan melakukan input data pustaka ke dalam sistem e-LIPSKI. Bahrul Aswandi menyampaikan apresiasinya atas pengelolaan perpustakaan yang aktif meski dengan keterbatasan fasilitas.
 “Perpustakaan masjid harus menjadi ruang tumbuhnya literasi keagamaan, terutama untuk generasi muda. Ini bukan hanya tempat buku, tetapi pusat pembinaan umat berbasis masjid,” ungkapnya.
Masjid Raya Kampung Baru – Kecamatan Sentajo Raya di waktu yang bersamaan, kegiatan verval perpustakaan juga dilaksanakan di Masjid Raya Kampung Baru, Kecamatan Sentajo Raya. Kegiatan ini disambut antusias oleh pengurus masjid setempat. Tim Bimas Islam melakukan pemeriksaan terhadap koleksi pustaka, sistem pengelolaan, serta memastikan bahwa perpustakaan masjid telah memiliki struktur pengelolaan dan aktivitas literasi yang berjalan.
Sebagaimana di lokasi lainnya, data koleksi buku juga diinput ke dalam e-LIPSKI, sebagai bagian dari pemetaan nasional perpustakaan masjid.
Bahrul Aswandi menekankan bahwa perpustakaan masjid harus dikelola secara serius dan berkelanjutan, serta didorong menjadi sarana belajar yang ramah bagi semua kalangan.
 “Kami berharap perpustakaan masjid menjadi simpul pembinaan keagamaan, tidak hanya setelah shalat, tetapi juga melalui kegiatan membaca dan diskusi. Ini bagian dari pelayanan umat yang harus kita hidupkan,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya Kementerian Agama dalam penguatan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan keagamaan dan pendidikan masyarakat, sejalan dengan visi transformasi pelayanan umat di era digital. ( Safnah )Â