0 menit baca 0 %

Dua Tokoh Ulama Kampar Bertemu: Sinergi Menuju Generasi Emas 2045

Ringkasan: Kampar ( Kemenag)---Sebuah pertemuan penuh makna dan semangat persatuan terjadi di salah satu sudut rumah Allah. Dua tokoh sentral dalam pembangunan keagamaan Kabupaten Kampar, yakni Dr. Subirman, MA, Kepala KUA Bangkinang Kota, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kampar sekaligus Imam Besa...

Kampar ( Kemenag)---Sebuah pertemuan penuh makna dan semangat persatuan terjadi di salah satu sudut rumah Allah. Dua tokoh sentral dalam pembangunan keagamaan Kabupaten Kampar, yakni Dr. Subirman, MA, Kepala KUA Bangkinang Kota, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kampar sekaligus Imam Besar Masjid Raya Al-Falah Salo, dan Dr. H. Erman Gani, MA, Imam Besar Markaz Islami dan Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Kampar, tampak duduk berdampingan, saling bertukar pandangan dan visi.

Pertemuan ini bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, namun menjadi momen strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar lembaga keagamaan dalam membina umat dan menyiapkan Generasi Emas 2045.

“Sinergi antar ulama dan tokoh agama harus terus diperkuat. Tugas kita bukan hanya membina umat hari ini, tetapi juga menyiapkan generasi masa depan yang beriman, berilmu, dan berakhlak,” ungkap Dr. Subirman.

Sementara itu, Dr. Erman Gani menekankan pentingnya peran masjid dan lembaga keagamaan dalam menjaga nilai-nilai Qur’ani di tengah era digital yang semakin kompleks. “Kita perlu memastikan bahwa masjid tetap menjadi pusat pembinaan generasi. Semua pihak harus bergerak bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DMI Kabupaten Kampar, Dr. Subirman, juga menegaskan bahwa generasi emas yang diharapkan Indonesia pada 2045 harus berbasis masjid.

“Untuk saat ini, di bawah koordinasi DMI Kabupaten Kampar, kami telah memiliki ratusan kader remaja masjid yang secara rutin dibina di Markaz DMI Kampar, yang berlokasi di Kompleks Masjid Raya Al-Falah Salo. Ini bagian dari ikhtiar kami mencetak generasi muda yang Qur’ani dan berkarakter,” jelasnya.

Ia pun berharap dukungan penuh dari Pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam menguatkan peran masjid sebagai pusat peradaban menuju Indonesia Emas 2045.

Pertemuan dua tokoh ulama bergelar doktor ini menjadi simbol kuatnya potensi umat ketika pemikiran-pemikiran besar bertemu dan disatukan dalam visi yang sama: membangun masa depan bangsa melalui jalan dakwah dan pendidikan Islam. ( Fatmi/Cicy/Zaipul )