0 menit baca 0 %

Dua Utusan Kemenag Dumai Hadiri FGD Peningkatan Kualitas Layanan KUA

Ringkasan: Dumai (Inmas) Menindaklanjuti Surat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau nomor : B-326/Kw.04.5/4/Kp.02.3/10/2020 tanggal 20 Oktober 2020 perihal : Pemanggilan Peserta. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai mengutus dua orang yakni, H.

Dumai (Inmas) – Menindaklanjuti Surat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau nomor : B-326/Kw.04.5/4/Kp.02.3/10/2020 tanggal 20 Oktober 2020 perihal : Pemanggilan Peserta. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai mengutus dua orang yakni, H. Muhammad Subhan, S.Ag selaku Penghulu muda/Kepala KUA Kecamatan Medang Kampai Kota Dumai dan Surya Hudaya, S.Ag selaku Penghulu Muda pada KUA Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai, kegiatan yang ditaja oleh Bidang Urais dan Binsyar Kanwil Kemenag Riau ini dilaksanakan pada hari Minggu, 25 Oktober 2020 di Hotel Grand Jatra Jalan Tengku Zainal Abidin, Pekanbaru.

“Dalam menjalankan tugas, penghulu hendaknya bisa menyikapi berbagai persoalan yang muncul, segera mungkin diatasi, lakukan langkah terbaik guna penyelesaian lewat musyawarah dan mufakat. Mengingat dinamika masyarakat pasti memiliki perbedaan sesuai dengan khas dan budaya setempat,” jelas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Dr. H. Mahyudin, MA saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Kualitas Layanan KUA secara virtual.

Kakanwil Kemenag Riau menegaskan, penghulu yang mengikuti kegiatan FGD harus bisa memberikan pelayanan maksimal ke masyarakat, karena jabatan penghulu merupakan jabatan strategis di daerahnya. Yang diharapkan bisa memberikan solusi terhadap masyarakatnya mengenai pembangunan agama dan keagamaan di daerahnya masing masing.

Ia menilai keberadaan penghulu sebagai pejabat pemerintahan tidak hanya bertugas untuk melakukan  pengawasan nikah rujuk menurut agama Islam dan kegiatan kepenghuluan.

Menurutnya bahwa penghulu yang menjabat sebagai Kepala KUA juga berperan dalam menangani masalah pelayanan keumatan, persoalan keluarga, ekonomi dan sosial sebagai basis ketahanan keluarga, tandas H. Mahyudin.

Pihaknya juga mengingatkan kepada penghulu, pelayanan yang dilakukan kepada masyarakat hendaknya disertai dengan sikap profesional. Mengingat tugas penghulu tak terlepas dari tantangan dimasa sekarang. 

“Apakah itu dalam upaya meningkatkan pelayanan dan komunikasi nikah rujuk (N/R), termasuk pengembangan kepenghuluan secara baik dan optimal,” tekannya.

Kakanwil Kemenag Riau menegaskan kembali, peningkatan pelayanan dalam pencatatan dan konsultasi nikah rujuk (N/R) dan pengembangan kepenghuluan, akan bisa berjalan sesuai dengan harapan apabila didukung oleh kinerja penghulu yang profesional.

Untuk itu penghulu dituntut untuk peduli terhadap perubahan dan dinamika masyarakat serta meningkatkan profesionalisme dalam tugas, pungkasnya mengakhiri sambutan.

Kegiatan diikuti 30 orang peserta dari utusan Kasi se-Riau, Kepala KUA dan Penghulu se-Riau. Kegiatan yang digelar half day tersebut menghadirkan tiga orang pembicara.

Pembicara tersebut antara lain, Dr. Muharam, MA. Ph.D selaku Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Kakanwil Kemenag Riau Dr. H. Mahyudin, MA dan Kabid Urais Drs. H. Afrialsah Lubis, MPd. (Arief)