0 menit baca 0 %

Duka Melanda Indonesia, Keluarga Besar MA. Hidayatul Mubtadiin Galang Dana Bencana Alam.

Ringkasan: Meranti (Inmas) Mengawali tahun 2021, Indonesia dirundung oleh berbagai peristiwa duka yang datang silih berganti. Belum sembuh duka dari peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu, kabar duka kembali muncul dari bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indones...

Meranti (Inmas) – Mengawali tahun 2021, Indonesia dirundung oleh berbagai peristiwa duka yang datang silih berganti. Belum sembuh duka dari peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu, kabar duka kembali muncul dari bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Salah satunya yaitu gempa bermagnitudo 6,2 yang mengguncang wilayah Majene, Sulawesi Barat pada dini hari, Jumat (15/1/2021) lalu. Berdasarkan data yang diperoleh BNPB pada Rabu (20/1/2021), tercatat terdapat 318 titik pengungsian, di mana 299 titik berada di Kabupaten Mamuju dan 17 titik di Kabupaten Majene.

Sebagai bentuk kepedulian kepada para korban di Sulawesi Barat, masyarakat Indonesia pun bergotong-royong mengumpulkan donasi dan menyalurkan berbagai bantuan. Tak ketinggalan, Keluarga besar MA.Hidayatul Mubtadiin Semukut Kecamatan Pulau Merbau berpartisipasi bantu bencana alam dengan gelar galang dana, Senin (25/01/21) . Penggalangan dana  atas dasar kepedulian terhadap sesama dan spontanitas para pelajar yang ada di MA.Hidayatul Mubtadiin. Yang diprakarsai oleh Organisasi siswa Intra Madrasah (OSIM)

"Kegiatan ini bertempat MA, Hidayatul Mubtadiin, yg melibatkan peserta didik, Guru, dan tenaga kependidikan, dengan tujuan untuk mendidik siswa bersikap empati terhadap sesama" Kepala MA.Hidayatul Mubtadiin, jelas Tatang Hadi Maksudy

Bencana Alam yang terjadi di berbagai  wilayah di Indonesia menggugah kita untuk saling berbagi dan peduli sedikit meringankan beban saudara kita yang terdampak.  "Mudah-mudahan apa yang kami kerjakan dan menghasilkan keberkah, bermanfaat bagi korban yang terkena musibah," kata Tatang Hadi Maksudy. (Tatang/Tim Inmas)