0 menit baca 0 %

Duka Mendalam MAN 4 Kampar: Salah Seorang Wali Siswa Berpulang, Madrasah Hadir dalam Penyelenggaraan Jenazah

Ringkasan: Kampar (Kemenag) Keluarga besar MAN 4 Kampar tengah berduka atas berpulangnya Neliyanti, ibunda tercinta dari Ahmad Fauzan, siswa kelas X.D. Almarhumah wafat pada Kamis, 13 Februari 2025, di Kampar. Kepergian beliau meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga serta orang-orang terdekat.

Kampar (Kemenag) – Keluarga besar MAN 4 Kampar tengah berduka atas berpulangnya Neliyanti, ibunda tercinta dari Ahmad Fauzan, siswa kelas X.D. Almarhumah wafat pada Kamis, 13 Februari 2025, di Kampar. Kepergian beliau meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga serta orang-orang terdekat. Sebagai wujud kepedulian dan rasa persaudaraan, pihak madrasah bersama teman-teman sekelas Ahmad Fauzan menghadiri prosesi penyelenggaraan jenazah untuk memberikan dukungan dan semangat bagi keluarga yang ditinggalkan.  

Sejak pagi, rombongan siswa kelas X.D yang didampingi wali kelas, Dasni Susanti, S.Pd., datang ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah serta mendampingi Ahmad Fauzan dan keluarganya. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai bentuk belasungkawa, tetapi juga sebagai simbol solidaritas dan kebersamaan yang terjalin erat dalam lingkungan madrasah.  

“Atas nama seluruh siswa kelas X.D dan pihak madrasah, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ibunda dari Ahmad Fauzan. Kami semua ikut merasakan kesedihan yang dialami oleh keluarga. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi ujian ini. Kami ingin Fauzan tahu bahwa ia tidak sendiri, kami semua ada untuknya,” ungkap Dasni Susanti, S.Pd., wali kelas X.D.  

Para siswa tampak ikut larut dalam suasana duka, mereka berusaha memberikan dukungan moril kepada Ahmad Fauzan agar ia tetap kuat menghadapi cobaan ini. Saling menguatkan dalam suasana penuh empati ini mencerminkan betapa eratnya rasa kekeluargaan di MAN 4 Kampar.  

Sebagai bentuk kepedulian dan pengamalan ajaran Islam, Tim Fardhu Kifayah MAN 4 Kampar, di bawah bimbingan Nur’aini, S.H.I., M.A., dan Nurhasni, S.Ag., turut membantu dalam proses penyelenggaraan jenazah. Mereka menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan, mulai dari memandikan, mengafani, hingga mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.  

“Ini adalah bentuk kepedulian kami sebagai sesama Muslim dan bagian dari keluarga besar madrasah. Kami ingin memastikan bahwa penyelenggaraan jenazah berjalan dengan baik sesuai tuntunan agama. Semoga almarhumah diterima di sisi-Nya dengan penuh rahmat dan ampunan, serta keluarga diberikan keteguhan hati dalam menghadapi kehilangan ini,” ujar Nur’aini, S.H.I., M.A.  

Partisipasi Tim Fardhu Kifayah ini tidak hanya membantu meringankan beban keluarga, tetapi juga menjadi pembelajaran berharga bagi siswa tentang pentingnya gotong royong, kepedulian, dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.  

Kepala MAN 4 Kampar, Arjuniwati, S.Pd., M.Pd., turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan apresiasi terhadap kepedulian seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan jenazah. “Kami seluruh keluarga besar MAN 4 Kampar menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya ibunda dari Ahmad Fauzan. Kehilangan orang tercinta tentu bukan hal yang mudah, tetapi kami berharap keluarga yang ditinggalkan tetap diberikan ketabahan dan kekuatan. Kami juga mengapresiasi para guru, siswa, serta Tim Fardhu Kifayah yang telah membantu dalam proses penyelenggaraan jenazah. Ini adalah bukti nyata bahwa nilai-nilai Islam, kepedulian, dan kebersamaan terus dijunjung tinggi di madrasah ini,” ujar Arjuniwati, S.Pd., M.Pd.  
Ia menambahkan bahwa kehadiran madrasah dalam momen-momen seperti ini sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai empati, kebersamaan, dan gotong royong di kalangan siswa.

Kehilangan orang tercinta memang meninggalkan luka mendalam, tetapi doa dan dukungan dari orang-orang terdekat dapat menjadi penguat dalam menghadapi masa sulit. Ahmad Fauzan dan kel…