0 menit baca 0 %

Dukung Instruksi Menag, Peny. Kristen Dan Penyuluh Pasang Spanduk Gerakan 5M

Ringkasan: Dumai (Inmas) - Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Dumai, Jhon Ridwan Manik, S.PAK bersama staf dan penyuluh agamanya melakukan pemasangan spanduk berisi gerakan 5M, Jumat (19/02/2021). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap instruksi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas,...

Dumai (Inmas) - Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Dumai, Jhon Ridwan Manik, S.PAK bersama staf dan penyuluh agamanya melakukan pemasangan spanduk berisi gerakan 5M, Jumat (19/02/2021). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap instruksi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, tentang Gerakan Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan 5M, yakni Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Membatasi Mobilitas dan Interaksi. Ada dua tempat strategis yang menjadi sasaran pemasangan yaitu sejumlah jalan protokol di Kota Dumai dan terkait tempat penyelenggaraan ibadah di rumah ibadah di Kota Dumai.

“Kami mendukung sepenuhnya gerakan sosial protokol kesehatan 5M yang diinstruksikan oleh Menteri Agama. Salah satu bentuk sosialisasi kami kepada masyarakat adalah memasang spanduk berisi gerakan 5M tersebut di tempat-tempat yang biasa dikunjungi oleh khalayak ramai,” ujar Penyelenggara Kristen.

Pernyataannya diperkuat oleh salah seorang penyuluh agamanya David nama sapaan, “Kami rasa cara yang kami tempuh adalah efektif mengingatkan masyarakat Kota Dumai melalui sejumlah jalan protokol dan tempat rumah ibadah, dimana tempatnya sangat strategis karena dilalui oleh jalan poros dan hampir tiap hari tempat-tempat tersebut dikunjungi orang-orang yang beraktivitas.” Ujarnya

Pemerintah sudah berupaya menempuh berbagai cara untuk mencegah penularan Covid-19, termasuk munculnya gerakan 5M tersebut. Jhon Ridwan Manik, S.PAK mengatakan bahwa saatnya kita sebagai warga negara yang baik mendukung langkah pemerintah dengan meningkatkan kesadaran diri menerapkan gerakan 5M tersebut. Jangan pernah bosan menggunakan masker terutama saat keluar rumah, biasakan diri mencuci tangan sebelum makan dan setelah bepergian, ingat selalu untuk menjaga jarak dengan orang minimal 1 meter, sebisa mungkin menghindari kerumunan massa, dan batasi mobilisasi dan interaksi kecuali untuk hal-hal yang penting saja. Tegasnya

Ingat, Covid-19 bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Penyebarannya begitu cepat dan menyerang bagi siapapun yang lemah iman dan imunnya. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memutus mata rantai penyebarannya. Harapnya (Arief)