0 menit baca 0 %

Dukung Kegiatan Masyarakat, Kepala KUA Hadiri Acara Melayur Jalur di Desa Koto Sentajo

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya menghadiri acara tradisional yang di wakili Penghulu KUA kecamatan Sentajo Raya H. Yasri, serta Penyuluh Agama Islam Muhammad Isam, dalam acara Melayur Jalur di Desa Koto Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya. Kehadirannya dalam k...

Kuansing (Kemenag) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya menghadiri acara tradisional yang di wakili Penghulu KUA kecamatan Sentajo Raya H. Yasri, serta Penyuluh Agama Islam Muhammad Isam, dalam acara Melayur Jalur di Desa Koto Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya. 

Kehadirannya dalam kegiatan budaya ini menjadi bentuk dukungan terhadap tradisi masyarakat setempat serta penguatan nilai-nilai kebersamaan dan keagamaan. Pada Minggu 23 Februari 2025 .

Acara Melayur Jalur merupakan bagian dari rangkaian persiapan pacu jalur, perlombaan perahu tradisional yang menjadi warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi. Dalam prosesi ini, jalur (perahu panjang) yang telah selesai dibuat akan dilepaskan ke sungai untuk diuji kelayakannya sebelum digunakan dalam perlombaan. 

Ritual ini tidak hanya memiliki aspek teknis, tetapi juga sarat dengan nilai adat dan spiritual, di mana doa bersama dipanjatkan untuk keselamatan dan keberkahan.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat yang terus menjaga warisan budaya lokal. Ia menegaskan bahwa tradisi seperti Melayur Jalur memiliki nilai luhur yang sejalan dengan ajaran agama, terutama dalam mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan

"Kegiatan ini mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat kita. Melestarikan budaya juga merupakan bagian dari menjaga identitas dan nilai-nilai moral yang diwariskan oleh para leluhur," ujarnya Yasri.

Selain itu acara ini juga dihadiri oleh para tokoh adat, pemerintah desa, serta masyarakat setempat yang antusias menyaksikan prosesi Melayur Jalur. Keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini menunjukkan tingginya kepedulian terhadap budaya dan tradisi daerah.

" Diharapkan, dengan adanya dukungan dari berbagai elemen masyarakat, tradisi Pacu Jalur dan rangkaian ritualnya dapat terus lestari serta menjadi daya tarik wisata budaya yang semakin dikenal luas," tutup Yasri.(RDW)