Kuansing (Kemenag) - Pada Minggu (22/6/2025) sebanyak 68 santri dari 5 Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) yang berada di wilayah Desa Marsawa mengikuti prosesi wisuda bersama, yang diselenggarakan secara khidmat dan meriah oleh Forum MDTA se-Desa Marsawa. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Penyuluh Agama Islam Kantor KUA Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Ridwan, S.Ag., sebagai bentuk dukungan dari Kementerian Agama terhadap pendidikan keagamaan masyarakat.
Acara berlangsung di halaman utama salah satu MDTA di Desa Marsawa dan dihadiri oleh berbagai tokoh dan elemen masyarakat, antara lain Kepala Desa Marsawa Sigit Purnomo, Bendahara Umum KUD Langgeng Marsawa, Azhari, mewakili Ketua KUD, Ketua BPD Desa Marsawa, Tokoh agama dan tokoh masyarakat, Wali santri dan para majelis guru MDTA se-Desa Marsawa.
Penyuluh Agama Islam Kantor KUA Kecamatan Sentajo Raya Muhammad Ridwan dan perlindungan. Ini dalam rangka mewakili kepala KUA kecamatan Sentajo Raya Rindra Febrian dalam waktu bersamaan ada kegiatan yang tidak bisa di tinggalkan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Marsawa, Sigit Purnomo, menyampaikan apresiasi atas peran MDTA dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan memiliki dasar keagamaan yang kuat. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga keagamaan dalam mendukung pendidikan anak-anak.
"Anak-anak yang hari ini diwisuda bukan hanya telah menyelesaikan pendidikan diniyah, tetapi juga telah mewarisi nilai-nilai moral dan keislaman yang akan menjadi bekal hidup mereka ke depan," ujarnya.
Penyuluh Agama Islam KUA Sentajo Raya, Muhammad Ridwan, dalam kesempatan tersebut menyampaikan sambutan dan doa, serta memberikan motivasi kepada para santri dan wali santri agar terus mendukung pendidikan agama anak-anak meskipun telah menyelesaikan jenjang MDTA.
"Wisuda ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan spiritual dan intelektual yang lebih luas. Teruslah belajar dan memperdalam ilmu agama sebagai fondasi hidup yang kokoh," tutur Ridwan.
Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Agama, melalui KUA dan para penyuluh agama, senantiasa hadir dalam pembinaan dan pengembangan lembaga pendidikan Islam, khususnya MDTA yang menjadi garda terdepan dalam pendidikan keagamaan di Desa.
Acara ditutup dengan penampilan para santri, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, pembacaan doa, dan pemberian piagam penghargaan kepada santri berprestasi. Kebersamaan antara guru, santri, orang tua, dan tokoh masyarakat mencerminkan kuatnya sinergi sosial dalam membangun generasi Qur'ani.
Diharapkan kegiatan serupa terus dilakukan secara rutin guna menumbuhkan semangat belajar dan memperkuat lembaga pendidikan Islam di tingkat desa.(RDW)