0 menit baca 0 %

Dukung Program Ekoteologi Kemenag RI, Bupati Kepulauan Meranti Berikan Bantuan Bibit Pohon Matoa Senilai Rp5juta

Ringkasan: Meranti(Kemenag)- Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa merupakan salah satu bagian implementasi dan penguatan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, khususnya poin kedelapan tentang memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya.

Meranti(Kemenag)- Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa merupakan salah satu bagian implementasi dan penguatan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, khususnya poin kedelapan tentang memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya. Program ini juga merupakan salah satu Program Prioritas Menteri Agama, Nasaruddin Umat, yaitu Ekoteologi.

Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa ini mendapatkan respon positif dari Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar. Hal ini disampaikan Bupati Asmar pada pelaksanaan penanaman 1 juta pohon matoa di Pondok Pesantren Nurulsalam, Desa Alahair Timur pada Selasa(22/4/2025).

"Demi kelestarian lingkungan, gerakan ini patut dicontoh oleh semua pihak. Mari saling bersinergi bahu-membahu untuk menjaga dan merawat apa yang telah ditanam. Dengan begitu kedepannya dapat memberikan manfaat," pungkas Asmar.

Tak hanya itu, Asmar juga menyampaikan penanaman pohon tidak hanya bermakna ekologis, tetapi juga spiritual. Penanaman pohon bukan sekadar menumbuhkan batang dan daun, tambahnya, melainkan menanam harapan bagi masa depan.

"Mudah-mudahan apa yang kita tanam bermanfaat bagi anak cucu kita nanti dan menghijaukan daerah kita Kabupaten Kepulauan Meranti," harap Asmar.

Dalam kegiatan itu juga, Bupati Asmar ikut memberikan bibit pohon matoa dalam bentuk uang tunai sebesar Rp5 juta.

Kepala Kantor Kemenag Kepulauan Meranti, Sulman menyambut baik dukungan yang diberikan oleh Bupati Asmar.

"Terimakasih kepada Bupati Kepulauan Meranti atas bantuan bibit pohon yang telah diberikan. Semoga bibit yang diberikan bermanfaat dalam menciptakan lingkungan hidup yang lebih hijau, dan menginspirasi umat beragama untuk berpartispasi aktif dalam upaya pelestarian lingkungan hidup," papar Sulman.

Dengan menjadikan nikai-nilai agama sebagai landasan kepedukian terhadap alam, Kemenag Kepulauan Meranti berharap kegiatan ini dapat mewujudkan harmoni antara manusia, lingkungan juga Yang Maha Kuasa. (T)