Kampar ( Kemenag )--Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bangkinang Kota terus menunjukkan peran aktifnya dalam berbagai lini pelayanan masyarakat. Kali ini, dua penyuluh, Iskandar, M.E.Sy dan Ilhami, M.E.Sy, turun langsung memberikan konsultasi dan pendampingan proses sertifikasi halal di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampar, Badan Gizi Nasional., Selasa, 3/6/2025
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG)—program nasional yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah, khususnya dari keluarga kurang mampu. Selain memastikan kandungan gizinya, aspek kehalalan makanan menjadi perhatian utama agar program ini tetap sejalan dengan nilai-nilai keislaman.
Sebagai penyelia halal bersertifikat, Iskandar dan Ilhami memastikan bahwa seluruh proses pengolahan makanan di SPPG Kampar sesuai dengan prinsip-prinsip halal, mulai dari bahan baku hingga penyajian. “Peran penyuluh agama hari ini lebih luas. Kami tidak hanya berdakwah di masjid, tapi juga hadir di tengah masyarakat untuk memastikan makanan yang dikonsumsi umat itu halal, thayyib, dan sehat,” ujar Iskandar.
Sementara itu, Ilhami menekankan pentingnya integritas dan kepercayaan dalam program pemerintah. “Halal bukan sekadar stempel. Ini soal keyakinan umat dan tanggung jawab moral. Dengan pendampingan ini, kita ingin memastikan bahwa apa yang diberikan ke anak-anak adalah makanan yang berkualitas dan penuh keberkahan,” jelasnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara sektor keagamaan dan kesehatan sangat penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas. Peran penyuluh agama kini semakin strategis, tidak hanya dalam membina akidah, tetapi juga dalam menjaga aspek spiritual dalam kehidupan sosial masyarakat.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi wilayah lain, dalam upaya bersama mencetak generasi sehat, cerdas, dan religius menuju Indonesia Emas 2045. ( Fatmi/Cicy/Ags )