Riau (Kemenag) — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tahun 2025, DWP Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau menyelenggarakan kegiatan Majelis Edukasi Bulanan yang dirangkai dengan Sosialisasi dan Edukasi Deteksi Dini Kanker Payudara (SADANIS), Kamis (28/Oktober/2025) di Aula Kanwil Kemenag Riau.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DWP Kanwil Kemenag Riau Ny. Tina Mailinda Muliardi, para pengurus, anggota, serta karyawati di lingkungan Kanwil. Narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Ns. Tengku Rika Armelia Rafli, S.Kep., M.Kes dan Cici Delsi, SKM, turut hadir memberikan pemaparan tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara.
Dalam sambutannya, Ny. Tina Mailinda Muliardi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas antusiasme seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa kegiatan edukasi seperti ini merupakan bagian penting dari upaya DWP dalam memperkuat peran perempuan, tidak hanya di bidang pendidikan dan keluarga, tetapi juga dalam menjaga kesehatan diri.
“Perempuan adalah fondasi keluarga. Ketika perempuan sehat, keluarga menjadi kuat, dan bangsa pun maju. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan adalah bentuk cinta kepada diri sendiri dan keluarga,” ujar Tina.
Ia juga menekankan bahwa peringatan HUT DWP ke-26 tahun ini mengusung semangat tema “Peran Strategis DWP dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045”, yang salah satunya diwujudkan melalui kegiatan edukatif dan pemberdayaan seperti sosialisasi SADANIS.
“Semoga ilmu hari ini membawa manfaat dan menjadi pengingat bahwa cinta kepada diri sendiri dimulai dari menjaga kesehatan,” harap Tina Mailinda Muliardi.
Dalam laporan yang disampaikan oleh Ny. Suterlina Alimasa Gea, menjelaskan latar belakang kegiatan dan kondisi umum perempuan Indonesia saat ini.
“Perempuan Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari beban ganda, kurangnya waktu untuk diri sendiri, hingga rendahnya kesadaran terhadap pemeriksaan kesehatan secara rutin. Padahal, perempuan yang sehat menjadi kunci ketahanan keluarga dan bangsa,” ungkap Suterlina.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian DWP terhadap peningkatan kualitas hidup perempuan, sekaligus upaya menumbuhkan budaya sadar kesehatan di kalangan ASN dan anggota DWP.
“Kami berharap para peserta dapat menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing untuk mengingatkan pentingnya deteksi dini dan menjaga pola hidup sehat,” tambahnya.
Materi Edukasi: SADARI dan SADANIS sebagai Langkah Pencegahan
Sesi inti kegiatan diisi dengan materi dari narasumber Ns. Tengku Rika Armelia Rafli, S.Kep., M.Kes dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa tidak semua benjolan di payudara adalah kanker, namun setiap perubahan harus diperhatikan dengan seksama.
Ia memaparkan perbedaan antara tumor jinak dan tumor ganas (kanker) serta berbagai tanda dan gejala kanker payudara, di antaranya munculnya benjolan baru, perubahan bentuk, perubahan warna kulit, hingga keluarnya cairan dari puting.
“Kanker payudara sering kali tidak menimbulkan rasa nyeri di stadium awal, sehingga deteksi dini menjadi kunci utama. Pemeriksaan secara rutin melalui SADARI dan SADANIS bisa menyelamatkan banyak nyawa,” terang Tengku Rika.
Dia juga meluruskan sejumlah mitos dan fakta yang sering beredar di masyarakat, seperti anggapan bahwa kanker payudara hanya menyerang perempuan atau bahwa payudara besar lebih berisiko — yang keduanya tidak benar.
Menurutnya, hanya sekitar 10% kasus kanker payudara yang disebabkan oleh faktor genetik, sedangkan sisanya berasal dari pola hidup, stres, dan ketidakseimbangan hormon.
“Lakukan SADARI di rumah setiap bulan, idealnya pada hari ke-7 sampai ke-10 setelah hari pertama haid. Bila ditemukan kelainan, segera lakukan SADANIS di fasilitas kesehatan,” pesannya.
Acara semakin hidup dengan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Banyak peserta yang antusias menanyakan cara membedakan benjolan jinak dan ganas, serta bagaimana menjaga kesehatan payudara di usia produktif maupun pascamenopause.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama antara Ketua DWP, para narasumber, panitia, dan peserta. Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai akhir acara yang sarat makna ini. (*)