0 menit baca 0 %

DWP Kanwil Kemenag Riau Gelar Majelis Edukasi dan Kajian Tajhizul Mayyit Tahap II: Perkuat Wawasan Sosial dan Keagamaan

Ringkasan: Riau (Kemenag)- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau kembali menggelar Majelis Edukasi Bulanan yang dirangkaikan dengan Kajian Tajhizul Mayyit Tahap II, Kamis (17/7/2025) di Aula Kanwil Kemenag Riau.Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat salah satu...

Riau (Kemenag)- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau kembali menggelar Majelis Edukasi Bulanan yang dirangkaikan dengan Kajian Tajhizul Mayyit Tahap II, Kamis (17/7/2025) di Aula Kanwil Kemenag Riau.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat salah satu program inti DWP, yakni bidang sosial dan agama, sekaligus menjadi wadah pembelajaran berkelanjutan bagi para pengurus dan anggota DWP di lingkungan Kanwil Kemenag Riau.

Dalam sambutannya, Ketua DWP Kanwil Kemenag Riau, Ny. Tina Malinda Muliardi, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi seperti ini sangat penting untuk terus ditingkatkan.

"Majelis ini tidak hanya menjadi sarana mempererat silaturahmi, tapi juga media untuk menambah ilmu keagamaan yang sangat aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Tajhizul mayyit, misalnya, adalah fardhu kifayah yang sepatutnya dipahami oleh seluruh umat Islam, termasuk kaum perempuan," ungkap beliau.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menghadirkan suasana yang hangat dan antusias. Peserta hadir dengan semangat, mengenakan dress code nuansa sage (untuk pengurus) dan pakaian menyesuaikan (untuk karyawati).

Sebagai panitia pelaksana, Ny. Siti Kamaria Syahrudin dari Bidang Pendidikan Agama Islam dan Keagamaan Islam (PAPKIS) menjelaskan bahwa pelaksanaan kajian ini merupakan lanjutan dari tahap pertama yang sudah digelar sebelumnya.

"Tajhizul mayyit tahap II ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pembekalan yang lebih lengkap. Kami berharap peserta tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga siap secara praktik dalam menjalankan kewajiban fardhu kifayah ini di masyarakat," ujarnya.

Pada sesi inti, narasumber Ustadzah Roheliza, S.Ag., MA, membawakan materi secara lugas dan menyentuh. Ia memaparkan secara mendalam proses penyelenggaraan jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan hingga menguburkan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.

Tak hanya teori, peserta juga mengikuti simulasi/praktik langsung tata cara memandikan dan mengkafani jenazah. Simulasi ini menjadi bagian yang paling menarik, karena memberikan pemahaman konkret bagi peserta yang selama ini mungkin hanya mengetahui secara teori.

Kegiatan ini ditutup dengan refleksi bersama, yang menegaskan bahwa membekali diri dengan ilmu agama adalah salah satu bentuk cinta dan kesiapan menjalani kehidupan, termasuk dalam urusan akhir hayat. (*)