Pekanbaru (Inmas), Melalui WA Grup, Edwar S. Umar menshare Kisah Nyata
Mahasiswi Pintar. Kisahnya sebagai berikut. Sabtu (24/10/2020).
DUA belas tahun silam, seorang wanita dari Asia (tak usah sebut nama
negaranya) datang ke Prancis untuk
kuliah di salah satu universitas terkenal di Paris.
Dia memang cerdas, bahasa Prancis dan Inggris-nya juga sangat baik
sehingga lulus seleksi.
Sejak mulai kuliah di hari pertama, dia perhatikan bahwa sistem
transportasi di Paris menggunakan sistem otomatis. Artinya, Anda beli tiket
sesuai dengan tujuan melalui mesin.
Setiap perhentian kendaraan umum, memakai cara self-service dan jarang
sekali diperiksa petugas.Bahkan pemeriksaan insidentil oleh petugas pun hampir
tidak ada, bukan karena manajemennya buruk tapi unsur trust dan tertib sosial
di sistem transportasi Kota Paris memang sudah baik.
Akhirnya lama kelamaan dia temukan kelemahan sistem ini, dan dengan
kelihaiannya itu dia bisa naik transportasi umum tanpa harus beli tiket dan dia
sudah memperhitungkan kemungkinan tertangkap petugas karena tidak beli tiket,
sangat kecil.
Sejak itu, dia selalu naik kendaraan umum dengan tidak membayar tiket.
Ia justru menganggapnya sebagai salah satu cara penghematan sebagai
mahasiswa miskin yang dengan cara apapun kalau bisa irit, ya diirit.
Dia bahkan merasa bangga karena dianggapnya itu sebagai kehebatan yang
tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang.
Empat tahun berlalu, perempuan muda itu pun tamat dengan cum laude dari
fakultas favorit dan universitas ternama di Paris dengan ndeks prestasi
kumulatif (IPK) yang sangat bagus.
[
https://nasihatcanggih.blogspot.com/2020/09/boleh-pintar-tapi-integritas-dan.html
]
Hal itu membuat dirinya penuh percaya diri. Bersambung… (Idris/ Bustamar)