Setelah wisuda, gadis itu pun mulai mengajukan
aplikasi surat lamaran kerja ke beberapa perusahan ternama di Paris.
Pada mulanya, semua perusahan yang dikirimi surat
lamaran via email merespon dengan sangat baik karena IPK-nya yang tinggi dan
lulusan universitas top di Paris.
Tapi beberapa hari kemudian, semuanya menolaknya
dengan berbagai alasan.
Hal ini terus terjadi berulang kali sampai akhirnya
membuatnya merasa jengkel dan marah.
Dia bahkan sampai menuding perusahaan-perusahaan itu
rasis karena tidak mau menerima warga negara asing meski lulus cum laude dari
universitas ternama di Paris.
Akhirnya, pada suatu hari karena penasaran bercampur
dongkol ia memutuskan untuk mengadukannya ke Departemen Tenaga Kerja Prancis di
Paris.
Dia ingin melapor sekaligus ingin tahu kenapa
perusahaan-perusahaan tersebut menolaknya. Tapi, ketika bertemu dengan salah
satu manager di kantor Depnaker Paris tersebut, ia mendapat penjelasan yang ia
dapat di luar perkiraannya.
Berikut adalah dialog mereka.
Manager: Nona, kami tidak rasis, sebaliknya kami
sangat mementingkan Anda.
Pada saat anda mengajukan aplikasi pekerjaan di
perusahan, kami sangat terkesan dengan nilai akademis dan pencapaian Anda.
Sesungguhnya, berdasarkan kemampuan, Anda sebenarnya
adalah golongan pekerja yang kami cari-cari."
Nona: Kalau begitu, kenapa perusahan-perusahaan tersebut tidak menerima saya bekerja?
Manager: Jadi begini, setelah kami periksa di
database, kami menemukan data bahwa Nona pernah tiga kali kena sanksi tidak
membayar tiket saat naik kendaraan umum.
Nona (kaget): Ya, saya mengakuinya. Tapi, apakah
karena perkara kecil tersebut semua perusahaan boleh menolak saya?
Manager: Perkara kecil? Kami tidak menganggap itu
perkara kecil, Nona.
Kami lihat di database, Anda pertama kali melanggar
hukum terjadi di minggu pertama Anda masuk di negara ini.
Saat itu petugas percaya dengan penjelasang Anda bahwa Anda masih belum mengerti sistem transportasi umum di sini. Itu sebabnya kesalahan tersebut diampuni. Namun Anda tertangkap dua kali lagi setelah itu.
Nona: Ohh, waktu itu karena tidak ada uang kecil saja.
Manager: Tidak, tidak. Kami tidak bisa terima
penjelasan Anda.
Jangan anggap kami bodoh. Kami yakin Anda telah
melakukannya ratusan kali sebelum tertangkap.
Nona: Well, baiklah. Tapi, itu kan bukan kesalahan
mematikan ..'? Kenapa harus begitu serius? Lain kali saya perbaiki dan berubah
kan masih bisa?
Manager: Maaf, kami tidak menganggap demikian, Nona.
Perbuatan Anda membuktikan dua hal: Pertama, Anda tidak mau mengikuti peraturan yang ada. Anda pintar mencari kelemahan dalam peraturan dan memanfaatkannya untuk diri sendiri. Kedua, Anda tidak bisa dipercaya !
Nona, banyak pekerjaan di berbagai perusahaan di
negara Prancis ini bergantung pada kepercayaan atau _trust
Jika Anda diberikan tanggung jawab atas tugas di
sebuah wilayah, maka Anda akan diberikan kuasa yang besar.
Karena efisiensi biaya, kami tidak akan memakai sistem
kontrol untuk mengawasi pekerjaanmu.
Hampir semua perusahan besar di Prancis ini mirip
dengan sistem transportasi di negeri ini.
Oleh sebab itu, kami tidak bisa menerima Anda, Nona.
Dan saya berani katakan, di negara kami bahkan seluruh
Eropa, tidak akan ada perusahan yang mau menggunakan jasa Anda.
Pada saat itu, wanita ini seperti tertampar dan
terbangun dari mimpinya dan merasa sangat menyesal. Tapi, penyesalan selalu
datang terlambat ketika nasi sudah jadi bubur atau peristiwa buruk telah terjadi.
Perkataan manager yang terakhir membuat hatinya bergetar dan sangat menyesal. Ia akhirnya terdiam seribu bahasa tidak bisa berkata apapun. (Idris/ Bustamar).