0 menit baca 0 %

Edward : 85 Persen Layak, Tapi Roh Pendidikan Justru Meredup

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Secara fisik 85 persen Madrasah di Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau sudah memenuhi standar kelayakan. Namun sayang dibalik kelayakan, ada sesuatu yang dirasakan mulai meredup, yaitu Roh Pendidikan. Padahal Roh Pendidikan merupakan napas disetiap lini, lorong dan sudut pendidikan y...
Pekanbaru (Humas)- Secara fisik 85 persen Madrasah di Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau sudah memenuhi standar kelayakan. Namun sayang dibalik kelayakan, ada sesuatu yang dirasakan mulai meredup, yaitu Roh Pendidikan. Padahal Roh Pendidikan merupakan napas disetiap lini, lorong dan sudut pendidikan yang meliputi rasa kasih sayang, keikhlasan, kejujuran, keagamaan dan suasana kekeluargaan. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Mapendais Kanwil Kemenag Riau, Drs H Edwar S Umar, Selasa (25/1) di kantronya terkait fenomena tersebut. Untuk itu Kemenag Riau mulai tahun 2011 akan mensosialisasikan Gerakan Pendidikan Karakter yang dicanangkan oleh Presiden SBY pada hari pendidikan 2010 lalu sebagai upaya untuk menumbuh kembangkan kembali Roh Pendidikan di Madrasah- madrasah yang semakin meredup dari waktu kewaktu. Edwar mengatkan, bukan hanya Provinsi Riau, secara nasional pendidikan di Indonesia sedang dilanda krisis karakter sehingga pendidikan karakter perlu diterapkan disekolah-sekolah. Usaha itupun sudah dimulai oleh Kementrian Pendidikan Nasional dengan memasukkan pendidikan karakter kedalam kurikulum yang saat ini sedang digodok. "Di era globalisasi yang penuh tekanan dan kompetisi saat ini maka roh pendidikan pantas diungkap kembali. Saat ini banyak sekolah yang kehilangan roh pendidikan sehingga hubungan antara guru dan siswa, antarsiswa, dan antarguru menjadi hubungan yang formalistis dan mekanistis belaka," ungkap Edwar. Untuk itulah, pada tanggal 11 Mei 2010 yang lalu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi men-canangkan Pendidikan Karakter sebagai suatu Gerakan Nasional. Pencanangan tersebut harus menjadi semangat bagi semua pi­hak dalam mendidik anak-anak agar menjadi generasi yang tangguh, patriotis, dan memiliki jati diri yang kuat. "Pembangunan karakter bangsa ini mendesak untuk diterapkan seperti bertakwa, ber-jiwa patriot, ber-iptek, ber-imtaq untuk menghadapi tantangan global. Pelalui pembangunan karakter bangsa bisa menyatukan unsur intelektual, emosional, dan spiritu­al dalam diri pelajar maupun guru. Selain untuk memajukan budi pekerti sebagai kekuatan bathin dan karakter, pikiran dan jasman," tegasnya. Untuk itu, Mapendais Kemenag Riau pada tahun 2011 akan fokus untuk mensosialisasikan pendidikan karakter di madrasah-madrasah, dalam membangun dunia pendidikan di Riau. Sehingga, pembangunan fisik madrasah diiringi dengan pembangunan roh pendidikan. (msd)