0 menit baca 0 %

Empat Penyuluh Agama Islam KUA Siak Kecil Bekali Catin dengan Pesan "Kunci Utama Menggapai Keluarga Sakinah"

Ringkasan: Siak Kecil (Kemenag) - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Siak Kecil, melalui jajaran Penyuluh Agama Islam (PAI), kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan umat dengan menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi sejumlah pasangan calon pengantin.

Siak Kecil (Kemenag) - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Siak Kecil, melalui jajaran Penyuluh Agama Islam (PAI), kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan umat dengan menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi sejumlah pasangan calon pengantin. Kegiatan yang dilaksanakan secara bergantian dan terjadwal ini mengusung tema sentral "Menggapai Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah".

Kepala KUA Siak Kecil, Ahmad Syahril, S.Ag, menyatakan bahwa Bimbingan Perkawinan merupakan program wajib yang harus diikuti oleh calon pengantin sebagai bekal spiritual, mental, dan pengetahuan dalam membina rumah tangga.

"Kami menyadari, dinamika rumah tangga kian kompleks. Oleh karena itu, peran penyuluh agama Islam sebagai fasilitator sangat vital. Penyuluh kami memberikan bimbingan secara bergantian.

Para Penyuluh Agama Islam, seperti Izhar, S.Pd.I, Triono, S.Pd.I, Sri Lestari, S.Pd.I dan Usmawati, S.Pd.I, berperan aktif menyampaikan berbagai materi krusial. Materi yang disajikan meliputi:

Fiqih Munakahat: Pemahaman mendalam tentang hak dan kewajiban suami-istri dalam Islam.

Psikologi Keluarga: Strategi komunikasi yang efektif, manajemen konflik, dan pentingnya saling menghargai.

Kesehatan Reproduksi dan Pengasuhan Anak: Kesiapan fisik, mental, serta perencanaan keluarga sehat.

Literasi Keuangan Keluarga: Pengelolaan ekonomi rumah tangga agar terhindar dari masalah finansial.

Para penyuluh secara khusus menekankan bahwa keluarga yang sakinah (tenang), mawaddah (cinta), dan rahmah (kasih sayang) bukanlah keluarga yang tanpa masalah, melainkan keluarga yang mampu menghadapi setiap tantangan dengan fondasi agama yang kuat dan komunikasi yang sehat.

"Kunci utama mencapai keluarga sakinah adalah komitmen bersama untuk menjadikan pernikahan sebagai ibadah terpanjang. Saling menurunkan ego, memperkuat empati, dan menjadikan musyawarah sebagai jalan keluar setiap persoalan," papar salah satu PAI di hadapan para calon pengantin.

Peserta bimbingan menyambut baik kegiatan ini. Salah seorang calon pengantin, mengungkapkan bahwa materi yang diberikan sangat membuka wawasan.

"Kami jadi lebih siap, tidak hanya secara fisik, tapi juga mental dan spiritual. Terutama materi tentang manajemen konflik, itu sangat penting untuk bekal kami ke depan," katanya.

KUA Siak Kecil berharap, dengan adanya Bimbingan Perkawinan yang intensif ini, angka perceraian di wilayah Siak Kecil dapat ditekan dan lahirnya keluarga-keluarga yang harmonis, sesuai dengan tujuan pernikahan dalam syariat Islam.