Bengkalis (Kemenag) - Pada hari Rabu, 16 Juli 2025 Eny Gustinawati, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bengkalis, kembali hadir sebagai pemateri di SMPN 3 Bengkalis, khususnya bagi siswa-siswi kelas 9. Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas sanggar ini dimulai pukul 10.00 hingga 11.20 WIB. Materi yang disampaikan pada kesempatan ini mengangkat tema seputar menjaga kesopanan, adab, dan sopan santun dalam kehidupan sehari-hari.
Eny memulai materi dengan menyapa seluruh siswa dan mengajak mereka berdiskusi ringan mengenai kebiasaan-kebiasaan baik yang sering mereka lakukan. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan pembagian kertas kecil kepada setiap siswa, untuk menuliskan dua hal: kebiasaan baik dan kebiasaan buruk yang paling sering mereka lakukan. Setelah semua siswa menuliskannya, Eny mengumpulkan dan membacakan satu per satu isi dari tulisan tersebut.
Suasana mendadak berubah haru saat Eny membacakan salah satu tulisan dari siswa bernama Riyan. Dalam keterangannya, Riyan menuliskan bahwa dirinya memiliki kebiasaan baik seperti sholat, mengaji, dan membantu keluarganya dengan berjualan. Saat Eny menanyakan lebih lanjut, Riyan bercerita bahwa ia adalah anak yatim, yang setiap sore berjualan bakso di dekat rumahnya. Bakso tersebut dibuat oleh kakak kandungnya, sedangkan ibunya bekerja di usaha laundry. Namun, Riyan juga jujur mengakui kekurangannya, yaitu sering bermain handphone saat berjualan.
Selain Riyan, beberapa siswa lainnya juga turut mencurahkan isi hati mereka tentang kondisi keluarga dan kebiasaan buruk yang mereka rasakan mengganggu. Ada yang menceritakan tentang orang tua yang sering bertengkar, ada pula yang merasa sedih karena kerap dibanding-bandingkan prestasinya dengan kakaknya. Ada pula yang mengaku sering berhutang kepada teman hanya demi jajan, sering begadang, tidur larut malam, hingga akhirnya sering kesiangan.
Melihat kejujuran para siswa tersebut, Eny Gustinawati menekankan pentingnya menjaga adab, baik kepada orang tua, kepada teman, maupun kepada diri sendiri. Ia mengajak para siswa untuk lebih memahami bahwa adab dan sopan santun bukan sekadar teori, tetapi harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di usia remaja yang sedang mereka jalani.
Dengan kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi SMPN 3 Bengkalis semakin menyadari pentingnya menjaga sikap, tutur kata, serta menghormati orang tua dan sesama, demi membentuk karakter pribadi yang lebih baik di masa depan. (Eg)