0 menit baca 0 %

Erwan Efendi Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Masjid Fathurrahman

Ringkasan: Bantan (Kemenag) P3N KUA Kec. Bantan Erwan Efendi menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Fathurrahman Desa Suka Maju Sabtu, (6/09/2025). Acara ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, Jemaah Masjid, serta undangan lainnya.Hadir sebagai penceramah dalam kegiatan tersebut Ustadz H M.

Bantan (Kemenag) โ€“ P3N KUA Kec. Bantan Erwan Efendi menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Fathurrahman Desa Suka Maju Sabtu, (6/09/2025). Acara ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, Jemaah Masjid, serta undangan lainnya.

Hadir sebagai penceramah dalam kegiatan tersebut Ustadz H M. Yahman, yang menyampaikan materi tentang pentingnya meneladani Rasulullah SAW sebagai Uswatun Hasanah (suri teladan yang baik).

Dalam tausiahnya, H. M. Yahman juga menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia bukan hanya untuk menyampaikan wahyu, tetapi juga menjadi contoh nyata dalam seluruh aspek kehidupan manusia.

Ustad H. M Yahman tak lupa menjelaskan sifat-sifat yang dimiliki Nabi seperti jujur (ash-shidq), amanah, tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathanah (cerdas) sebagai teladan utama yang wajib dicontoh oleh umat Islam. Nabi juga dikenal memiliki akhlak mulia, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qurโ€™an surat Al-Ahzab ayat 21 yang artinya: "Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik (Uswatun Hasanah) bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan (kedatangan) hari kiamat serta dia banyak menyebut Allah."

Beliau juga menambahkan, meneladani Nabi berarti mencontoh kesabaran beliau dalam menghadapi ujian, keikhlasan dalam beribadah, kasih sayang terhadap keluarga, tetangga, dan seluruh makhluk Allah.

Uswatun Hasanah berarti suri teladan yang baik. Istilah ini berasal dari bahasa Arab. Uswah berarti contoh, panutan, teladan dan Hasanah berarti baik, indah, mulia. Dengan demikian, Uswatun Hasanah adalah contoh terbaik yang patut diikuti dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW adalah figur utama Uswatun Hasanah, karena beliau menampilkan akhlak mulia yang mencakup kejujuran, kasih sayang, kesabaran, keadilan, dan kepemimpinan yang penuh hikmah.

Meneladani Nabi sebagai Uswatun Hasanah tidak hanya terbatas pada ibadah, tetapi juga dalam muamalah (hubungan sosial), akhlak, keluarga, dan pergaulan. Dengan mengikuti teladan beliau, umat Islam akan selamat dunia dan akhirat.

Acara peringatan Maulid ini diakhiri dengan doa bersama agar umat Islam dapat semakin cinta kepada Rasulullah, menghidupkan sunnah-sunnah beliau, serta istiqamah dalam meneladani akhlaknya.