Esensi Halal bi Halal Adalah Bersilaturrahim, Bermaafan, Berbuat Ihsan
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Halal bi halal yang hanya dikenal di Indonesia adalah sebuah tradisi yang esensinya adalah untuk memperkuat silaturrahim dan saling bermaafan khususnya antara sesama muslim. Bermaafan bukan hanya ditandai dengan saling berjabat tangan, tetapi lebih dari itu adalah meminta maaf ata...
Pekanbaru (Humas)- Halal bi halal yang hanya dikenal di Indonesia adalah sebuah tradisi yang esensinya adalah untuk memperkuat silaturrahim dan saling bermaafan khususnya antara sesama muslim. Bermaafan bukan hanya ditandai dengan saling berjabat tangan, tetapi lebih dari itu adalah meminta maaf atas kesalahan diri terhadap orang lain dan memaafkan kesalahan orang lain terhadap diri sendiri dengan hati yang ikhlas. Demikian uraian ceramah Dr. Fakhri M.Ag di hadapan Karyawan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau yang juga dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs. H. Asyari Nur SH MM, Kabag TU, Kabid dan Pembimas, serta pemenang keluarga sakinah tingkat Provinsi Riau, Senin (5/9).
"Halal bi halal adalah tradisi yang hanya dikenal di Indonesia, bahkan orang Arab sendiri tidak bisa memahami makna kata itu kecuali apabila diterangkan maksudnya adalah saling bermaafan dan mempererat silaturrahim. Secara historis tradisi ini dipelopori oleh Jenderal Soedirman bersama tentaranya. Karena itu dalam konteks masa kini makna kata halal bi halal tidak begitu dipersoalkan lagi sepanjang maksudnya adalah untuk bermaafan", terang staf Bidang Mapenda ini.
"Oleh karena itu kata halal bi halal hendaknya dimaknai sebagai sebuah upaya kita untuk berbuat baik semaksimal mungkin bahkan kepada orang yang berbuat jahat terhadap kita. Sedangkan kepada yang telah berbuat baik agar kita balasi lagi dengan perbuatan lebih baik, itulah yang disebut sebagai seorang muhsinin atau berbuat ihsan. Berbuat ihsan di dalam Al-Quran antara lain bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti: Mau berbagi kepada orang lain dalam keadaan lapang maupun sempit, dan mampu menahan marah", jelasnya.
"Dalam semangat idul fitri kita juga patut memahami makna kata minal aidin walfaidzin minal aidin walfaidzin yang disalahartikan sebagai mohon maaf lahir batin. Padahal maknanya menurut bahasa adalah semoga mereka yang sudah menjalankan puasa Ramadhan selama sebulan kembali kepada fitrah, asal kejadian, terampuni dosanya. Sedangkan faizin maknanya adalah mereka yang berpuasa mendapat kemenangan yaitu berupa pengampunan dan kemaafan dari Allah swt", ujarnya. (as).